Kesehatan
Kunyit Si Bumbu Dapur, Penyembuh Jerawat
Sebuah studi tahun 2016 menunjukkan, produk dan suplemen kunyit, baik oral maupun topikal, dapat memberikan manfaat terapeutik untuk kulit
Penulis: Luun Aulia Lisaholith | Editor: ferri amiril
TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Selain menjadi bumbu memasak, kunyit adalah salah satu tanaman rempah-rempah yang telah lama dianggap oleh banyak budaya memiliki kegunaan pengobatan.
Selama ratusan tahun, kunyit disebut-sebut memiliki efek antimikroba, antiinflamasi, antioksidan, dan anti-tumor.
Menurut sebuah studi tahun 2016, bukti awal menunjukkan, produk dan suplemen kunyit, baik oral maupun topikal, dapat memberikan manfaat terapeutik untuk kesehatan kulit.
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Klinik Pramudia, dr Anthony Handoko spKK, FINSDA mengatakan bahwa secara medis jerawat adalah penyakit dengan banyak penyebab dan faktor risikonya.
Baca juga: Ingin Punya Daya Ingat Tinggi Sampai Tua? Kunyit Bisa Jadi Alternatif
Baca juga: 5 Manfaat Kunyit yang Terbukti Secara Ilmiah untuk Kesehatan
"Secara medis dan EBM dapat dibuktikan bahwa jerawat adalah suatu penyakit," kata Anthony dalam diskusi daring bertajuk Jerawat atau secara medis disebut Acne Vulgaris termasuk golongan penyakit infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri.
Penyebab jerawat adalah bakteri yang dikenal sebagai Propionibacterium acnes, yang paling banyak terdapat pada kulit manusia.
Sering kali, antibiotik seperti eritromisin dan klindamisin — dalam kombinasi dengan asam azelaic — akan diresepkan dokter untuk untuk mengobati jerawat yang parah.
Namun karena resistensi obat tumbuhan, para peneliti terus menguji agen antimikroba baru.
Salah satu kemungkinan yang menjadi fokus penelitian adalah kurkumin yang ada di dalam kunyit.
Sebuah artikel tahun 2013 menunjukkan, kurkumin memiliki aktivitas antibakteri terhadap sejumlah bakteri, termasuk P. acnes, bila dikombinasikan dengan asam laurat.
Sifat antiinflamasi kunyit Beberapa studi pendahuluan mengonfirmasi, kurkumin dalam kunyit dapat mengurangi peradangan pada manusia.
Dan menurut artikel tahun 2017, penelitian menunjukkan, kurkumin dapat membantu dalam pengelolaan kondisi oksidatif dan inflamasi.
Meskipun ada beberapa indikasi bahwa sifat antiinflamasi kunyit mungkin juga efektif pada jerawat, belum ada uji klinis besar tentang kemampuannya untuk membantu memperbaiki atau menyembuhkan jerawat.
Kunyit dapat dimanfaatkan untuk mengobati jerawat, baik secara oral maupun topikal.
Konsumsi oral biasanya mengikuti tiga metode, yakni:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Kunyit.jpg)