Pergantian Nama Ciamis Menjadi Galuh
Pergantian Nama Ciamis Menjadi Galuh Kembali Mencuat, Ini Kata Kadispar
Pergantian nama Kabupaten Ciamis kembali jadi Kabupaten Ciamis bukanlah suatu hal yang mustahil. Itu semua tergantung keinginan masyarakat.
Penulis: Dwi Yansetyo Nugroho | Editor: Dwi Yansetyo Nugroho
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS- Pergantian nama Kabupaten Ciamis menjadi Kabupaten Ciamis kembali mencuat.
Hal itu semua tergantung keinginan dan kepedulian berbagai elemen masyarakat di Ciamis. Termasuk political will dari Pemkab Ciamis dan DPRD Ciamis.
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Ciamis, Budi Kurnia S.Ag MM pada kegiatan urun rembug sawala budaya dalam rangka haul ke 136 Kanjeng Perbu di Keraton ,Ciamis, Selasa (18/10/2022) sore.
Menurutnya, pergantian nama Kabupaten Ciamis kembali ke Galuh bukanlah suatu hal yang mustahil. Sudah banyak nama-nama daerah yang berganti.
Baca juga: Pergantian Nama Ciamis Menjadi Galuh Kembali Mencuat, Ini Kata Kadispar
Seperti Irian kembali jadi Papua, Ujung Pandang kembali jadi Makassar dan sejumlah daerah lainnya.
“Yang terbaru adalah nama Kabupaten Toba Samosir di Sumut berganti kembali jadi Kabupaten Toba. Atas nama desakan budaya dan adat, nama Kabupaten Toba Samosir kembali jadi Kabupaten Toba. Perubahan nama tersebut diatur dengan PP, tidak dengan undang-undang (UU),” kata Kadispar yang juga anggota Tim Kecil Perubahan Nama Kabupaten Ciamis kembali jadi Kabupaten Galuh .
Acara urun rembug sawala budaya dalam rangka Haul ke-136 Kanjeng Perbu tersebut dihadiri berbagai elemen masyarakat Ciamis dan luar Ciamis di antaranya kasepuhan, kabuyutan se Tatar Galuh, juru kunci juru pelihara se Tatar Galuh, pamong budaya, trah keturunan Galuh, perwakilan seniman dan budayawan, utusan tokoh adat dari Sukapura Tasikmalaya, Sunda Gelar Sukabumi, Galuh Kidul Pangandaran dan berbagai perwakilan serta tokoh masyarakat.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Kota Bandung dan Sekitarnya Rabu,19 Oktober 2022, Kota Bandung Hujan Petir
Penolakan masyarakat Tatar Galuh terhadap pergantian nama Galuh menjadi Ciamis sudah terjadi sejak 106 tahun lalu. Ketika pemerintahan penjajahan Belanda pada tahun 1916 dengan alasan yang tidak jelas tiba-tiba mengganti nama Kabupaten Galuh menjadi Kabupaten Ciamis.
Kebijakan pemerintahan Hindia Belanda tersebut mendapat penolakan keras dari keturunan Kerajaan Galuh. Bahkan keturunan Kerajaan Galuh memberontak dengan membentuk Negara Pasundan.
Sejak itu sampai sekarang keinginan pergantian nama Ciamis kembali jadi Galuh tersebut dari berbagai elemen masyarakat terus muncul sampai sekarang.
“Aspirasi, gagasan dan desakan penggantian nama Ciamis kembali jadi Galuh tersebut mencuat kembali belasan tahun terakhir. Terlebih lima tahun terakhir,” katanya.
Baca juga: Sebut Ada 2.700 Bencana di Jabar, Atalia Praratya: Tim Jabar Bergerak Disiapkan Bantu Masyarakat
Menindak lanjuti desakan dan aspirasi elemen masyarakat Ciamis tersebut, Pemkab Ciamis telah melakukan langkah-langkah serius. Termasuk membentuk Tim Kecil Persiapan Pergantian Nama Kabupaten Ciamis kembali jadi Kabupaten Ciamis.
Tugas utama tim itu melakukan sosialisasi sampai ke tingkat desa tentang rencana perubahan nama Kabupaten Ciamis kembali jadi Kabupaten Galuh.
Tim Kecil tersebut dipimpin langsung oleh Sekda Ciamis dengan anggota Asda 1 Asda 2, Kabag Hukum, Kabag Penum, Kabag Organisasi, Dispar, Disbudpora, Diskominfo dan berbagai dinas lainnya. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Pergantian Nama Ciamis Kembali Menjadi Galuh Bukan Suatu Hal yang Mustahil, Pergantian nama ciamis kembali menjadi galuh bukan suatu hal yang mustahil
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Pergantian-Nama-Ciamis-Menjadi-Galuh.jpg)