Rabu, 15 April 2026

Doa Untuk Timur Tengah dari Haul Al Masoem Cipacing Jatinangor Sumedang

Suasana khidmat menyelimuti Dome Al-Ma’soem, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Senin (30/3/2026). Di tengah rangkaian tabligh akbar dalam peringatan

Penulis: Kiki Andriana | Editor: ferri amiril
TribunPriangan.com/Kiki Andriana
HAUL - Ketua Yayasan Al-Ma’soem, Prof. Dr. Ir. H. Ceppy Nasahi Ma’soem, MS, saat sambutan peringatan haul para pendiri Al-Ma’soem Group, di Dome Al-Ma’soem, Cipacing, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Senin (30/3/2026). 

Ringkasan Berita:* Suasana khidmat menyelimuti Dome Al-Ma’soem, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Senin (30/3/2026). Di tengah rangkaian tabligh akbar dalam peringatan haul para pendiri Al-Ma’soem Group, terselip doa dan harapan untuk perdamaian dunia, khususnya konflik yang tengah memanas di Timur Tengah.

 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Sumedang Kiki Andriana


TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Suasana khidmat menyelimuti Dome Al-Ma’soem, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Senin (30/3/2026). Di tengah rangkaian tabligh akbar dalam peringatan haul para pendiri Al-Ma’soem Group, terselip doa dan harapan untuk perdamaian dunia, khususnya konflik yang tengah memanas di Timur Tengah.

Ketua Yayasan Al-Ma’soem, Prof. Dr. Ir. H. Ceppy Nasahi Ma’soem, MS, dalam sambutannya menyinggung situasi global yang turut berdampak hingga ke kehidupan masyarakat sehari-hari.

Ia menyampaikan bahwa konflik yang terjadi antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat saat ini telah memicu kekhawatiran dunia, termasuk berdampak pada sektor ekonomi.

“Konflik di Timur Tengah saat ini telah memicu kekhawatiran global dan naiknya harga-harga bahan baku serta kebutuhan pokok. Kita berharap semoga kondisi ini bisa segera berakhir,” ujarnya di hadapan para jamaah.

Pernyataan tersebut menjadi refleksi bahwa peristiwa global tidak bisa dipisahkan dari kehidupan lokal, termasuk masyarakat di daerah. Al-Ma'soem yang salah satu lini usahanya di bidang minyak, juga menghadapi sedikit cemas dengan situasi di Timur Tengah ini. 

Dalam kesempatan itu, Ceppy juga mengajak seluruh hadirin untuk menjadikan momentum haul sebagai sarana introspeksi diri, mengingat kematian adalah kepastian yang akan dialami setiap manusia.

“Melalui kegiatan haul ini, kita diharapkan bisa berintrospeksi diri, mengingat bahwa kematian pasti akan datang kepada kita semua,” katanya.

Haul ini memperingati H. Ma’soem, istrinya Hj. Siti Aisyah, serta anaknya H. Nanang Iskandar Ma’soem yang merupakan tokoh pendiri Al-Ma’soem Group.

Ia menegaskan, perjuangan para pendiri Al-Ma’soem harus dijaga dan dilanjutkan oleh generasi penerus.

“Perjuangan para pendiri yang telah menjadikan Al-Ma’soem seperti sekarang ini hendaknya kita hargai dengan menjaga, memelihara, dan mengembangkan apa yang telah dirintis,” tuturnya.

Menurutnya, lembaga yang berdiri sejak 1973 itu kini dikelola oleh generasi kedua dan ketiga yang berkomitmen menjaga eksistensi dan manfaatnya bagi masyarakat.

Ratusan Warga Terlibat Bakti Sosial

Rangkaian haul sendiri telah dimulai sejak Kamis (26/3/2026) dengan berbagai kegiatan sosial. Di antaranya pembagian 587 paket sembako kepada dhuafa di 14 panti asuhan yang tersebar di wilayah Rancaekek, Cicalengka, Majalaya, Ujungberung, Jatinangor, hingga Cipacing.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved