Jumat, 17 April 2026

10 Camilan dan Minuman Hangat Khas Sumedang yang Cocok Dinikmati Saat Hujan

Berikut 10 pilihan kudapan dan minuman khas Sumedang yang paling pas disantap saat hujan, lengkap cara mendapatkannya serta manfaatnya bagi tubuh

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Dedy Herdiana
tribunpriangan.com/kiki andriana
CAMILAN SAAT HUJAN - Ubi Cilembu merupakan salah satu camilan khas Sumedang yang cocok disantap saat hujan dengan disajikan hangat dengan cara direbus atau dibakar atau di-oven. 

Teh panas diseduh dengan gula batu atau gula aren cair. Minuman ini sederhana namun tetap jadi favorit.

Teh hangat membantu melegakan tenggorokan, memberi efek relaksasi, dan menjaga tubuh tetap terhidrasi di cuaca lembap.

5. Surabi Oncom

Bukan singkatan dari "Suara Rakyat Bingung". Ini adalah camilan khas Sumedang dan Sunda pada umumnya, Surabi. Surabi oncom dibuat dari adonan tepung beras yang dipanggang dan diberi topping oncom berbumbu. Bisa ditemukan di penjual surabi tradisional.

Camilan ini mengenyangkan dan memberikan energi cepat, cocok disantap saat hujan membuat tubuh cepat lapar.

6. Colenak 

Colenak atau Peuyeum Bakar Saus Kinca dibuat dari tape singkong (peuyeum) yang dibakar lalu disiram kinca gula aren.

Fermentasi tape membantu pencernaan, sementara sajian hangatnya membuat perut lebih nyaman saat udara dingin. Kalau melintas ke Jalan Cadas Pangeran, banyak sekali pedagang ubi Cilembu yang sekaligus menjajakan peuyeum gantung. 

7. Ubi Rebus 

Ubi rebus mudah dibuat di rumah dan kerap jadi camilan sore saat hujan. Ubi rebus ini bisa berbahan ubi dari Cilembu. Tapi umumnya, kalau di Sumedang, ubi Cilembu disajikan dengan cara dipanggang. 

Kandungan karbohidrat kompleksnya membantu menjaga stamina dan memberi rasa kenyang lebih lama, sekaligus menghangatkan perut.

8. Pisang Kukus 

Pisang kukus sering disajikan sederhana tanpa tambahan apa pun.
Buah ini baik untuk pencernaan dan menjaga energi tubuh, terutama saat aktivitas berkurang karena hujan.

9. Tahu Sumedang Panas

Tahu Sumedang paling nikmat disantap selagi panas, dengan cabai rawit atau sambal kecap. Sejak zaman Ong Bungkeng, tokoh legendaris perintis Tahu Sumedang, yaitu seorang imigran Tionghoa yang memulai usaha tahu sejak tahun 1917 di Sumedang, Tahu Sumedang semakin tersohor sebagai camilan yang enak. 

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved