Belajar dari Ahmid Korban Selamat dari TPT Maut di Jatinangor Sumedang: Semua Anugerah Allah SWT
Saat ditemui, sehari setelah kejadian longsor, Sabtu (3/2/2026) petang, Ahmid masih menjalani perawatan di RS Unpad Jatinangor.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Dedy Herdiana
Ringkasan Berita:
- Ahmid (71) selamat dari longsor TPT Cisempur bersama anaknya, Dian.
- Tertimbun hampir 10 menit, luka ringan; ia pasrah dan bersyukur pada Allah.
- Longsor tewaskan 4 pekerja; Ahmid menolak disebut “sakti”.
Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana
TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Belajar dari Ahmid (71). Selamat dari bencana Tembok Penahan Tanah (TPT) maut di Desa Cisempur, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, tidak membuat Ahmid merasa dirinya istimewa.
Baginya, keselamatan yang ia terima bersama anaknya, Dian (41) semata-mata merupakan anugerah Allah SWT.
Saat ditemui TribunJabar.id sehari setelah kejadian longsor, Sabtu (3/2/2026) petang, Ahmid masih menjalani perawatan di RS Unpad Jatinangor.
Meski tubuhnya sedikit terluka dan trauma peristiwa itu masih membekas, ia berusaha menceritakan kembali detik-detik longsor dengan suara pelan dan penuh kesadaran akan makna hidup.
“Saya mah pasrah saja. Waktu itu cuma minta keselamatan sama Allah SWT, minta saya dan anak saya, Dian, diselamatkan,” ujar Ahmid.
Baca juga: Mimpi Ganjil Jajang, Kenang Heri Korban Tewas TPT Minisoccer Maut Jatinangor Sumedang
Ia mengingat betul, saat peristiwa terjadi tidak turun hujan. Posisi Ahmid berada di pinggir titik utama longsor, dia ke pinggir hendak mengambil air, sementara pekerja lain berada di bagian tengah dan bawah, tengah menggali tanah untuk pondasi pada proyek pembangunan lapangan minisoccer di situ.
“Enggak hujan. Saya di pinggir, yang lain di tengah, di bawah lagi gali tanah. Ada yang teriak, ‘awas pak’, tapi enggak lama langsung rubuh,” tuturnya.
Tanah longsor datang begitu cepat. Dalam hitungan detik, Ahmid dan para pekerja lainnya tertimbun material tanah. Jarak Ahmid dengan Dian sekitar empat meter, namun keduanya sama-sama terperangkap dalam gelap dan timbunan tanah.
“Saya jarak sama Dian kira-kira empat meter. Waktu itu gelap, terkubur tanah,” katanya.
Ahmid memperkirakan dirinya tertimbun selama hampir 10 menit. Dalam kondisi sulit bernapas dan dada tertekan tanah, ia mengaku hanya berserah diri.
“Paling beberapa menit enggak bisa napas. Hampir habis. Alhamdulillah keburu ada bantuan dari warga,” ujarnya.
Ia menyadari, luka yang dideritanya relatif ringan dibandingkan korban lain. Tubuhnya hanya mengalami luka gores dan tekanan di bagian dada.
“Luka sedikit saja. Dada kena tekanan tanah. Ya berkat Allah SWT saja,” katanya.
| Di Tengah HUT IKAHI, Kuasa Hukum Ahli Waris Tol Cisumdawu Soroti PN Sumedang Cairkan Konsinyasi |
|
|---|
| Kejaksaan Negeri Sumedang Tetapkan 2 Tersangka Baru di Kasus PJU dan Retribusi Parkir |
|
|---|
| "Rabu Ngangkot", ASN Sumedang Wajib Naik Angkot Setiap Rabu |
|
|---|
| Ada Ribuan Lowongan Kerja di Job Fair Sumedang Creative Center |
|
|---|
| Masih Ada Waktu Untuk Adakan Acara Walimatussafar, Simak Contoh Kalimat Sambutan dan MC |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/korbanlongsoramidamidan.jpg)