Cadas Pangeran Rawan Longsor
Sejumlah Mata Air Muncul di Area Mahkota Longsor Cadas Pangeran Sumedang
Sejumlah mata air muncul di area mahkota longsor tebing di Jalan Raya Cadas Pangeran, Kabupaten Sumedang.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Machmud Mubarok
Ringkasan Berita:
- Sejumlah mata air ditemukan muncul di area mahkota longsor tebing Jalan Raya Cadas Pangeran, Kabupaten Sumedang.
- Temuan mata air diketahui saat petugas gabungan melakukan investigasi di lokasi longsor.
- Pantauan Minggu (28/12/2025) pukul 15.45 WIB, terlihat rembesan air dari tebing serta dua pipa paralon mengalirkan air seukuran jari tangan.
- Di area mahkota longsor telah dipasang cerucuk bambu dan terpal hitam sebagai langkah penanganan darurat.
Laporan Kontributor Kiki Andriana
TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Sejumlah mata air muncul di area mahkota longsor tebing di Jalan Raya Cadas Pangeran, Kabupaten Sumedang.
Keberadaan sejumlah mata air itu ditemukan saat petugas gabungan melakukan investigasi di area longsor.
Pantauan Tribun Jabar.id, di lokasi longsor, Minggu (28/12/2025) pukul 15.45 WIB, terlihat sejumlah rembesan air keluar dari tebing, dan dua pipa paralon mengeluarkan air seukuran jari tangan.
Selain itu, sejumlah cerucuk bambu dan terpal warna hitam telah terpasang di area mahkota longsor.
Diberitakan sebelumnya, longsor terjadi di tebing dengan ketinggian cukup terjal di Jalur Cadas Pangeran, tepatnya di Dusun Jelekong, Desa Cigendel, Kecamatan Pamulihan.
Longsor pertama terjadi pada Kamis (25/12/2025) petang, dan di titik yang sama, longsor susulan terjadi pada Jumat (26/12/2025) sore.
"Benar, di area mahkota longsor ditemukan sejumlah rembesan air, diduga di area tersebut ada beberapa titik mata air, " kata Kapten Agus Hermawan, Danramil Tanjungsari kepada Tribun Jabar.id, Minggu sore.
Baca juga: BMKG Prediksi Jalur Cadas Pangeran Sumedang Diguyur Hujan
Baca juga: Ada Retakan Baru di Mahkota Longsor Cadas Pangeran Sumedang
Agus mengatakan, lahan di sekitar mahkota longsor kondisinya sudah gundul dan gembur sehingga tidak menyerap air dan mengikat tanah.
"Di sekitar mahkota longsor kondisinya gundul, banyak lahan dijadikan sebagai lahan pertanian," ucapnya.
Menurut Agus, hingga kini masih ada pergerakan tanah apabila ada kendaraan yang melintas di lokasi longsor.
"Jika berdiri di area mahkota longsor, dan bila ada kendaraan melintas terasa bergetar. Kondisi tanah masih labil, " katanya.
Ia menyebutkan, upaya penangaan jangka pendek telah dilakukan Tim Gabungan, seperti pembuatan parit darurat, pemasangan terpal , pemasangan pipa paralon, cerucuk penahan tanah di area mahkota longsor, serta pembuatan terasering.
"Pengendara yang melintas di kawasan ini diimbau untuk waspada, terutama saat diguyur hujan," kata Agus Hermawan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Mata-Air-di-Lokasi-Longsor-Cadas-Pangeran.jpg)