Rabu, 13 Mei 2026

Pemkab Sumedang Upayakan Bendung Cihamerang Kering dan Jamin Warga Tetap Aman

Saluran air yang tertutup disposal tanah pembangunan Tol Cisumdawu menjadi biang celaka. Air menggenang menjadi Bendung Cihamerang.

Tayang:
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Dedy Herdiana
Istimewa/Dok. Humas Pemkab Sumedang untuk Tribun Jabar
TINJAU BENDUNG CIHAMERANG - Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir saat meninjau Bendung Cihamerang,, Kecamatan Rancakalong, Senin (8/12/2025). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - “Secara prinsip ini kewajiban perusahaan. Namun karena perusahaan sudah tidak memiliki kemampuan penanganan, maka ini menjadi tanggung jawab bersama. Yang penting sekarang bagaimana risiko bisa ditekan,” kata Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir saat rapat pengeringan Bendung Cihamerang

Saluran air yang tertutup disposal tanah pembangunan Tol Cisumdawu menjadi biang celaka. Air menggenang menjadi Bendung Cihamerang.

Bendung itu menenggelamkan sawah-sawah produktif milik warga di Sukasirnarasa, Kecamatan Rancakalong. Hingga kini, belum ada solusi jitu selain sebatas santunan dari Pemkab Sumedang

Penanggulangan bendung itu seharusnya menjadi tanggung jawab PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT), perusahaan pengelola jalan Tol Cisumdawu.

Baca juga: Perusahaan Tol Tak Mampu Tangani Masalah Saluran Air Cihamerang di Sumedang

Namun, PT CKJT "leuleus". Sehingga, Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir mengajak berbagai pihak pemerintahan untuk turun tangan menanggulangi bendung itu. 

Dony Ahmad Munir akan mengeringkan bendung itu. Dia bersama jajaran Forkopimda Balai Perbaikan Jalan Nasional (BPJN), BBWS, CKJT, PUTR Provinsi Jabar dan CV Tintin melakukan monitoring ke Bendung Cihamerang dan langsung menggelar rapat koordinasi Ruang Rapat Bupati di Pusat Pemerintahan Sumedang, Senin (8/12/2025).

Bendung Cihamerang sendiri saat ini menahan genangan air seluas kurang lebih delapan hektare dengan ketinggian mencapai 30 meter.

Bupati Sumedang menegaskan, berbagai upaya terus dilakukan agar risiko bencana dapat diminimalkan, terlebih cuaca hujan yang masih intens dan potensi dampak siklon tropis di wilayah Sumatera.

Menurut Bupati, permasalahan genangan di Bendungan Cihamerang bukan fenomena baru. Sejumlah langkah sudah ditempuh sejak awal, mulai dari penyodetan spillway agar air permukaan bisa mengalir dan tidak terus meninggi. Upaya tersebut dilakukan bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (B2PJN).

“Untuk si Cihamerang ini sudah lama. Penyodetan spillway sudah dilakukan agar air mengalir dan tidak terus meninggi. Warga yang terdampak pun sudah beberapa kali mendapatkan bantuan, baik berupa uang maupun sembako, termasuk dukungan dari CKJT dan CV. Tintin,” ujarnya.

Bupati Dony juga menjelaskan bahwa bendungan tersebut terbentuk bukan secara alami, melainkan akibat tumpukan tanah disposal saat pembangunan jalan tol.

Saluran air yang semula dibuat oleh perusahaan tertimbun dan amblas, sehingga aliran air terhenti dan membentuk bendungan.

Dalam rapat koordinasi terbaru bersama BBWS Citarum, BBWS Cimancis, PSDAP Provinsi, pemerintah desa, kecamatan, hingga instansi teknis terkait, diputuskan bahwa fokus saat ini adalah proses pengeringan secara terukur.

Selain itu, pemantauan terhadap spillway akan dilakukan secara intensif untuk memastikan aliran air tidak terganggu longsoran kecil yang dapat menghambat pengurangan volume air.

“Mulai hari Sabtu, fokusnya pengeringan sambil memperkuat bagian dinding bendungan. Ini penting agar tekanan air tidak menimbulkan risiko jebol. Sekarang pembagian tugas sudah jelas antarinstansi,” tegasnya.

Dikatakannya, selain melakukan tindakan fisik, pemerintah juga melibatkan ahli geologi, ahli tanah, dan ahli hidrologi.

Penelitian dilakukan untuk memastikan kondisi struktur tanah, terutama karena lokasi bendungan berada sekitar 400 meter dari jalur Tol Cisumdawu.

“Sekarang dilakukan simultan: pengeringan, penataan, pembahasan teknis, dan penelitian tanah. Kita ingin solusi jangka panjang agar persoalan ini tidak berulang,” ujar Bupati.

Bupati meminta masyarakat tetap tenang, namun tetap waspada.

“Kepada warga, tidak usah khawatir. Pemerintah bergerak untuk melindungi masyarakat. Langkah-langkah penanganan dilakukan terukur untuk mengurangi risiko bencana. Kita ingin ini tuntas,” katanya. 

Baca juga: Disposal Tol Cisumdawu Bermasalah di Sumedang, Bupati: Bendung Cihamerang Akan Dikeringkan

 

 

 

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved