Bupati Sumedang Serahkan 7 Kunci Rumah untuk Warga Terdampak Pergerakan Tanah
Dony Ahmad Munir mengatakan penyerahan kunci itu wujud komitmen pemerintah dalam menjamin keselamatan dan pemulihan kehidupan warga terdampak bencana
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Kontributor TribunPriangancom, Kiki Andriana
TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyerahkan 7 kunci rumah untuk tujuh warga yang terdampak pergerakan tanah.
Kunci rumah itu diserahkan sebagai kepastian bahwa relokasi dilakukan meski rumah yang akan ditempati masih dalam tahap pembangunan.
Kunci rumah relokasi kepada tujuh warga terdampak pergerakan tanah di Desa Mekar Rahayu, Kecamatan Sumedang Selatan diserahkan Dony kepada warga di Sapphire City Park, Senin (24/11/2025).
Dony Ahmad Munir mengatakan penyerahan kunci itu sebagai wujud komitmen pemerintah dalam menjamin keselamatan dan pemulihan kehidupan warga yang terdampak bencana geologi itu.
Baca juga: DPRD Sumedang Desak Kajian Ulang Soal Bahaya Pergerakan Tanah di Tol Cisumdawu
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah terus menyiapkan solusi jangka panjang bagi warga yang rumahnya telah dinyatakan tidak aman.
“Ketujuh warga ini sudah tidak menempati rumahnya dan sementara tinggal di rumah sanak saudara. Keselamatan jiwa tetap menjadi prioritas utama,” ujarnya.
Bupati menjelaskan bahwa Pemda Sumedang telah membebaskan lahan relokasi di Dusun Margamulya, Desa Mekar Rahayu.
Pada lahan tersebut kini tengah dibangun rumah yang diperuntukkan bagi tujuh warga terdampak sebagai bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi.
Baca juga: DPRD dan Pemkab Sahkan APBD Sumedang 2026, Fokus Infrastruktur dan Layanan Publik
Memasuki musim hujan, Bupati juga mengimbau warga Sumedang yang tinggal di wilayah rawan longsor dan banjir untuk sementara mengungsi ke tempat yang lebih aman demi mengantisipasi potensi bencana.
“Ini demi keselamatan kita semua, sambil pemerintah menyiapkan solusi relokasi bagi rumah-rumah yang berisiko,” katanya.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan, Marlina, menjelaskan bahwa pergerakan tanah di Mekar Rahayu terjadi pada 2024.
"Rencana pembangunan rumah relokasi sebenarnya dijadwalkan mulai awal 2025 melalui anggaran murni, namun harus tertunda akibat proses pengadaan tanah yang baru dapat direalisasikan pada anggaran perubahan 2025," katanya.
Selain menyerahkan kunci rumah, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan tambahan berupa peralatan rumah tangga dan paket sembako untuk membantu warga beradaptasi di lingkungan baru.
Dengan rampungnya tahap relokasi ini, Pemkab Sumedang akan melanjutkan evaluasi serta pemetaan potensi pergerakan tanah di wilayah lain sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana ke depan. (***Kiki Andriana***)
| Longsor di Cadas Pangeran dan Sumedang Selatan, 1 Orang Masih Hilang |
|
|---|
| Dandim Sumedang: Batang Bambu dan Aren Jadi Penahan Material Longsor di Cadas Pangeran |
|
|---|
| Alat Berat Mulai Evakuasi Material Longsor Cadas Pangeran Sumedang Malam Ini |
|
|---|
| Puluhan Motor Berhasil Dievakuasi dari Jebakan Longsor di Cadas Pangeran Sumedang |
|
|---|
| Dua Rumah Tertimbun Longsor di Ciranggon Sumedang Selatan, 3 Selamat 1 Orang Masih Hilang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/RUMAH-Relokasi-Bupati-Sumedang-Dony-Ahmad-Munir-24112025.jpg)