Kamis, 16 April 2026

Antisipasi Keracunan MBG, Bupati Sumedang Lakukan Hal Ini

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir telah mempelajari beragam informasi keracunan itu dan melakukan sejumlah langkah antisipasi

Penulis: Kiki Andriana | Editor: ferri amiril
tribunpriangan.com/kiki andriana
ANTISIPASI - Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir telah mempelajari beragam informasi keracunan itu dan melakukan sejumlah langkah antisipasi 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Makan Bergizi Gratis (MBG) jadi malapetaka di berbagai daerah di Indonesia. Di Jawa Barat, keracunan akibat MBG di Kabupaten Bandung Barat ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) di mana lebih dari 1.000 orang keracunan

Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir telah mempelajari beragam informasi keracunan itu dan melakukan sejumlah langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terjadi di Sumedang. 

Menurut Dony, kabar keracunan MBG di berbagai daerah pasti diketahui pula oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Maka, SPPG sudah sepatutnya berbenah dan melakukan kerja yang benar. 

"Petama, saya yakin setiap SPPG sudah mengetahui peristiwa ini dan harus hati-hati lagi dalam mengolah dan mendistribusikannya, keamanan, kebersihan, kelayakan makanan," kata Dony saat berbincang dengan Tribun via telepon, Kamis (25/9/2025). 

Lebih dari itu, Dony juga melakukan langkah preventif dengan jalur administratif. Yaitu membuat surat arahan kepada SPPG, untuk menguatkan kehati-hatian agar terhindar dari keracunan. 

Baca juga: 47 Pasien Keracunan MBG Masih Dirawat di RSUD Cililin

"Kedua, saya membuat surat arahan kepada SPPG untuk menguatkan itu supaya antisipasi tidak terjadi di Sumedang, makanan diawasi dengan baik, makanannya bersih, higienis, sehat, tidak berbahaya," katanya. 

Di Puskesmas-puskesmas seluruh Sumedang, terdapat ahli gizi. Dony mengatakan, ahli gizi dari puskesmas itu diminta turun ke lapangan untuk memantau peredaran MBG

"Ketiga, saya menugaskan puskesmas dan ahli gizi untuk terjun ke SPPG untuk mengetes sampel makanan, mengandung bahaya atau tidak. Sudah saya intruksikan Bu Sekda untuk membuat surat itu,"

"Intinya pengawasan diperketat, cek dan ricek sebelum didistribusikan," kata Dony.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved