Minggu, 26 April 2026

Lansia Hilang di Gunung Tampomas

BREAKING NEWS - Seorang Lansia Hilang di Puncak Manik Kaki Gunung Tampomas Sumedang

Seorang pria berusia senja bernama Tata (79) dilaporkan hilang di Puncak Manik di kaki Gunung Tampomas Sumedang, Kantor SAR Bandung terjunkan tim

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Machmud Mubarok
Istimewa/Kantor SAR Bandung
CARI LANSIA - Tim SAR gabungan berupaya melakukan  pencarian seorang lansia yang dilaporkan hilang di Puncak Manik. Secara geografis, Puncak Manik berada di kaki Gunung Tampomas Sumedang, Minggu (21/9/2025).  

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Seorang pria berusia senja bernama Tata (79) dilaporkan hilang di Puncak Manik. Secara geografis, Puncak Manik berada di kaki Gunung Tampomas Sumedang. 

Hingga Minggu (21/9/2025) sore, Tata belum berhasil ditemukan dan upaya pencarian masih dilakukan oleh tim SAR gabungan.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Bandung, Moch Adip, mengatakan, Tata dilaporkan hilang pada Rabu (17/9/2025). 

Berdasarkan keterangan saksi, katanya, Tata dilaporkan pergi ke hutan melalui jalan Conggeang - Buah Dua, sekira pukul 06.28, tanpa diketahui tujuannya. 

"Saksi melihat survivor berjalan menuju hutan, dan hingga Rabu sore, survivor tak kunjung pulang. Pencarian mandiri langsung dilakukan warga, namun tidak membuahkan hasil, dan pada Sabtu (20/9/2025) warga menemukan sandal yang digunakan survivor," kata Moch Adip kepada Tribun Jabar.id, Minggu sore. 

Seusai menemukan sandal milik Tata, katanya, aparat setempat langsung melaporkan temuan tersebut ke BPBD Sumedang dan diteruskan ke Polsek Buahdua dan Basarnas, Kantor SAR Bandung

"Hari ini, tim terus mengupayakan pencarian, " ucapnya. 

Baca juga: TIM SAR Gabung Temukan Satu Nelayan yang Hilang, Satu Lain Masih Dicari

Baca juga: Tim SAR Lanjutkan Pencarian Pendaki asal Rancaekek yang Hilang di Gunung Manglayang Sumedang

Ia menyebutkan, pencarian dilakukan dengan dua metode, yakni strategi pencarian terburu-buru dan terarah yang dilakukan pada tahap awal operasi SAR untuk area yang paling memungkinkan survivor berada.

Tujuannya adalah menemukan survivor secepat mungkin berdasarkan informasi terakhir dan data lokasi kejadian. 

Sedangkan, mode pencarian lainnya adalah teknik pencarian cepat dan sistematis yang dilakukan di area pencarian yang luas, yang bertujuan untuk "menyapu" atau memeriksa area tersebut secara efisien. 

"Hingga pukul 14.00, pencarian masih nihil dan Tim SAR masih terus mengupayakan pencarian," ujarnya. 

 

 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved