SPPG di Pangandaran
Dana Operasional Cair, Program Makan Bergizi Gratis di Pangandaran Kembali Beroperasi
sejumlah SPPG di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, kini kembali beroperasi dan melanjutkan penyaluran program Makan Bergizi setelah dana cair
Penulis: Padna | Editor: Machmud Mubarok
Ringkasan Berita:
- Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Pangandaran kembali beroperasi setelah dana operasional cair
- Keterlambatan pencairan dana sempat menghentikan distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG)
- Pengelola memastikan seluruh rekening operasional di Kecamatan Padaherang telah menerima transfer dana
- Program MBG dijadwalkan kembali disalurkan kepada penerima manfaat mulai Sabtu besok
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Setelah sempat menghentikan sementara operasional akibat kendala pencairan dana, sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, kini kembali beroperasi dan melanjutkan penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pengelola mitra SPPG Kedungwuluh, Kecamatan Padaherang, Advie, memastikan dana operasional yang sebelumnya belum masuk kini telah dicairkan.
"Alhamdulillah, sore ini semua bank sudah cair," ujar Advie kepada Tribun Jabar melalui pesan WhatsApp, Jumat (5/6/2026) sore.
Menurutnya, seluruh rekening operasional SPPG di wilayah Kecamatan Padaherang sudah menerima transfer dana dari pusat.
Dengan masuknya dana itu, SPPG yang sempat menghentikan kegiatan distribusi makanan tentu dapat kembali melayani penerima manfaat.
"Jadi, yang berhenti sementara, besok harusnya sudah bisa kembali beroperasi. Kalau SPPG Kedungwuluh tadi juga kita beroperasi," katanya.
Baca juga: Aliran Dana dari BGN Mandek, 2 SPPG di Pangandaran Setop Beroperasi
Baca juga: 34 SPPG di Ciamis Dihentikan Sementara, Korwil BGN Beberkan Penyebabnya
Koordinator SPPG Kabupaten Pangandaran, Gugun Wiguna, membenarkan pencairan dana operasional untuk sejumlah SPPG di daerah tersebut sudah dilakukan secara bertahap.
"Ya, memang pencairannya secara bertahap," ucap Gugun.
Ia menjelaskan, keterlambatan pencairan dana operasional bukan kali pertama terjadi dalam pelaksanaan program MBG.
Menurutnya, kondisi serupa pernah dialami sebelumnya dan biasanya dapat segera teratasi dalam waktu singkat.
"Dulu juga memang sempat terjadi, tapi selang beberapa waktu hari berikutnya dana bisa cair. Ya, mungkin ini ada ketakutan," ujarnya.
Sebelumnya, sejumlah SPPG di Kabupaten Pangandaran menghentikan sementara kegiatan produksi dan distribusi MBG karena dana operasional belum masuk.
Sementara pengelola tidak diperbolehkan menggunakan dana talang untuk menutupi kebutuhan operasional harian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Menu-Ramping-MBG.jpg)