SPPG di Pangandaran
Pasangan Suami Istri Muda di Pangandaran Dirikan Dapur MBG, Libatkan Warga Lokal
Sepasang suami istri muda di Desa Kedungwuluh, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran menggagas pendirian SPPG atau dapur MBG
Penulis: Padna | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Sepasang suami istri muda di Desa Kedungwuluh, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, menggagas pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dikenal dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
Program ini tak hanya bertujuan menyediakan makanan sehat bagi masyarakat, tapi juga membuka lapangan kerja bagi puluhan warga lokal.
Pasangan suami istri ini bernama Wulandari (28) dan suaminya, Advie (29). Keduanya sosok di balik dapur MBG tersebut.
Saat ini, Wulandari bekerja di Puskesmas Padaherang dan Advie sebagai perangkat desa yang juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Adlan Sehat Sejahtera Kedungwuluh.
Latar belakang mereka yang berbeda justru memperkuat sinergi untuk membangun program sosial yang berdampak luas.
"Kebetulan saya bekerja di dunia kesehatan. Alasan kita mendirikan SPPG ini, yang paling utama ingin membantu menyejahterakan masyarakat sekitar," ujar Wulandari kepada Tribun Jabar di SPPG Kedungwuluh, Senin (29/9/2025) sore.
Baca juga: Hindari Keracunan Massal, SPPG di Karyawangi Bandung Barat Buka Layanan Khusus Aduan MBG
Baca juga: Penanggung Jawab Dapur SPPG Cikalong Buka Suara Soal Menu MBG
Saat ini, sedikitnya 46 orang direkrut untuk mengelola operasional dapur MBG. Selain itu, terdapat 4 orang petugas keamanan.
"Jadi mereka semua membantu menyukseskan program ini. Cuman mereka dapat gaji," katanya.
Mereka yang bekerja mendapatkan upah sebesar Rp 100 ribu per hari. Dengan hari kerja efektif sekitar 24 hari dalam sebulan, masing-masing memperoleh penghasilan sekitar Rp 2,4 juta per bulan.
Namun, terdapat perbedaan gaji di beberapa divisi, terutama di divisi memasak (cooking), yang dinilai memiliki tanggung jawab lebih besar.
"Orang yang masak itu ada sekitar 8 orang. Gajinya sekitar Rp 120 ribu per hari. Artinya, masing-masing digaji hampir lebih dari UMK Pangandaran," ujarnya.
SPPG memiliki tujuh divisi utama, yakni divisi keamanan, kebersihan, persiapan, memasak, pencucian, dan pendistribusian.
Pembagian divisi ini dimaksudkan untuk memastikan operasional dapur berjalan lancar dan efisien.
Program dapur MBG ini juga mendukung program nasional yang diusung Presiden Prabowo Subianto dalam upaya meningkatkan gizi anak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/PAsutri-Muda-Bikin-SPPG.jpg)