Rabu, 3 Juni 2026

Molor 5 Bulan, Desa Karangjaladri di Pangandaran Tolak Terima Proyek Kampung Nelayan Merah Putih

Proyek Strategis Nasional (PSN) Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran

Tayang:
Penulis: Padna | Editor: ferri amiril
TribunPriangan.com/Padna
PSN - Penampakan bangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, hingga kini belum juga rampung meski batas waktu kontrak sudah berakhir sejak 31 Desember 2025. 
Ringkasan Berita:* Proyek Strategis Nasional (PSN) Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, hingga kini belum juga rampung meski batas waktu kontrak sudah berakhir sejak 31 Desember 2025

 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna


TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Proyek Strategis Nasional (PSN) Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, hingga kini belum juga rampung meski batas waktu kontrak sudah berakhir sejak 31 Desember 2025.

Proyek yang dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 senilai Rp 10,6 miliar tersebut tercatat sudah mengalami keterlambatan selama lima bulan. Hingga awal Juni 2026, progres pembangunan fisik baru mencapai sekitar 90 persen.

Pantauan di lokasi pada Rabu (3/6/2026), bangunan KNMP memang sudah berdiri kokoh. Namun fasilitas itu masih belum dapat difungsikan dan terlihat kosong tanpa aktivitas.

Kondisi itu memicu kekecewaan Pemerintah Desa Karangjaladri sebagai penerima manfaat program. 

Kepala Desa Karangjaladri, Eris Darmawan, menegaskan pihaknya menolak melakukan serah terima pekerjaan selama proyek belum diselesaikan secara penuh.

"Seharusnya pekerjaan ini selesai akhir Desember lalu. Tapi sampai sekarang belum beres total. Kami kecewa karena masih banyak bagian yang belum selesai dan ada pekerjaan yang kurang rapi," ujar Eris melalui WhatsApp, Rabu siang.

Menurutnya, Pemdes sudah berkoordinasi dengan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) agar kontraktor segera menuntaskan seluruh pekerjaan yang masih tersisa.

"Jangan sampai program yang sebenarnya sangat baik untuk masyarakat ini berakhir tidak jelas," katanya.

KNMP Karangjaladri dibangun di atas lahan desa seluas sekitar 1,8 hektare yang berada di jalur wisata Pantai Batuhiu, Bojongjalawe, dan berbatasan langsung dengan Desa Ciliang.

Meski lokasinya relatif jauh dari permukiman nelayan dan Pelabuhan Bojongsalawe, kawasan itu dipilih karena keterbatasan lahan sekaligus untuk mendukung pengembangan ekonomi berbasis perikanan dan pariwisata.

Di kawasan itu nantinya akan tersedia berbagai fasilitas penunjang, mulai dari rest area, rumah makan, pasar ikan, pabrik es, bengkel mesin, hingga pusat penjualan kebutuhan melaut.

"Lokasinya strategis karena dekat kawasan wisata dan pantai. Konsepnya menggabungkan sektor perikanan dengan pariwisata sehingga bisa menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru," ucap Eris.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved