Program MBG di Pangandaran
Menu MBG Basi di Pangandaran Diunggah di Medsos, SPPG Langsung Menanggapi
Dalam postingannya, menyatakan kecewa terhadap kualitas makanan yang diberikan, terutama karena penerima manfaat merupakan anak-anak balita
Penulis: Padna | Editor: Dedy Herdiana
Ringkasan Berita:
- Program MBG Pangandaran disorot usai temuan makanan diduga basi untuk balita.
- Kasus viral dari unggahan warga, kritik kualitas dan keamanan makanan.
- Pengelola akui kendala awal, janji evaluasi agar tak terulang.
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Program menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Banjarharja, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, menuai sorotan setelah ditemukan makanan dalam kondisi diduga basi.
Temuan itu pertama kali mencuat melalui unggahan media sosial Facebook oleh akun @Sadi Sadi, yang mengaku sebagai penerima manfaat program tersebut.
Unggahan itu pun dengan cepat menjadi viral. Dalam postingannya, ia mengaku kecewa terhadap kualitas makanan yang diberikan, terutama karena penerima manfaat merupakan anak-anak balita.
"Ini SPPG Banjarharja Pangandaran maksudnya niat mau ngasih makanan bergizi, atau mau meracuni anak-anak balita di kampung saya?" tulisnya dikutip Tribun Jabar melalui WhatsApp, Kamis (2/4/2026) sore.
Baca juga: Disdikpora Pangandaran Minta Sekolah Tolak Menu MBG Tak Layak, Lapor dan Silakan Upload di Medsos
Ia pun menilai makanan itu tidak layak dikonsumsi, apalagi untuk anak-anak. Beruntung, makanan itu sempat diperiksa oleh orang tua sebelum diberikan kepada balita.
"Untung dicek dulu. Ternyata benar, kondisinya sudah basi," katanya.
Dalam unggahan itu, ia pun menyinggung soal tanggung jawab jika terjadi hal yang tidak diinginkan, serta mengkritik pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait program MBG.
Ia menyarankan agar program itu lebih efektif jika bantuan diberikan dalam bentuk uang tunai kepada penerima manfaat.
Menanggapi hal itu, Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di SPPG Banjarharja, Agung Maulana, membenarkan adanya kejadian itu. Ia menyebut makanan yang dimaksud adalah sayur capcay.
"Itu kemarin (1/4). Setelah kita telusuri, yang posting itu hanya satu orang (satu akun Facebook). Tapi tetap saja, kita mengakui bahwa makanan itu mungkin tidak layak," ujar Agung kepada Tribun Jabar melalui WhatsApp, Kamis (2/4/2026) sore.
Alasannya, kemarin itu pihaknya masih adaptasi dan di awal belum menemukan menu yang sempurna.
"Dan memang kemarin ada kendala bahan baku. Jadi sayurnya sempat menunggu, sehingga kondisinya agak layu," katanya.
Ia pun memastikan sudah melakukan evaluasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali. "Hari ini pun kalau ada masakan yang agak kurang baik, kita buang dan masak lagi," ucap Agung. (*)
Baca Berita-berita TribunPriangan.com di Google News
| Buntut Viral Menu MBG Basi, SPPG Banjarharja Pangandaran Hentikan Sementara Pengiriman ke 2 Desa |
|
|---|
| Sidak SPPG Banjarharja Pangandaran: Tak Ada IPAL Sesuai SOP, Sampah Menumpuk, Limbah bau Menyengat |
|
|---|
| Viral Menu MBG Basi, SPPG Banjarharja Pangandaran Disidak Tim Kesehatan |
|
|---|
| Bagikan MBG Basi, SPPG Banjarharja Pangandaran Akui Belum Pernah Membuat Masakan Basah untuk B3 |
|
|---|
| Disdikpora Pangandaran Minta Sekolah Tolak Menu MBG Tak Layak, Lapor dan Silakan Upload di Medsos |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Menu-MBG-basi-di-pangandaran-02042026-1.jpg)