Rabu, 15 April 2026

Ramadan 2026

Sehari Sebelum Puasa, Bendungan Matras di Pangandaran Diramaikan Warga Lokal

Suasana yang biasanya tenang mendadak berubah ramai. Keluarga-keluarga datang membawa tikar, rantang, hingga termos nasi. 

Penulis: Padna | Editor: Dedy Herdiana
istimewa
JELANG PUASA - Menjelang bulan suci Ramadan 2026, warga memadati kawasan Bendungan Matras di Dusun Cikulu, Desa Sukahurip, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Rabu (18/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Ratusan warga padati Bendungan Matras, Pangandaran, untuk tradisi munggahan jelang Ramadan 2026 dengan makan bersama keluarga.
  • Bendungan peninggalan Belanda (1918) ini jadi wisata dadakan; anak bermain air, warga santai nikmati nasi liwet.
  • Biaya murah dan bernilai sejarah, jadi alternatif rekreasi keluarga ramah kantong menjelang puasa.

 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN – Menjelang bulan suci Ramadan 2026, ratusan warga memadati kawasan Bendungan Matras di Dusun Cikulu, Desa Sukahurip, Kecamatan Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Rabu (18/2/2026).

Tradisi munggahan makan bersama sebelum memasuki bulan puasa menjadi satu alasan utama mereka berkumpul di bendungan Matras.

Suasana yang biasanya tenang mendadak berubah ramai. Keluarga-keluarga datang membawa tikar, rantang, hingga termos nasi. 

Di tepian bendungan, mereka menggelar alas duduk, menyusun hidangan, kemudian menikmati kebersamaan dalam balutan suasana alam yang sejuk.

Bendungan Matras, dulunya hanya dikenal sebagai bangunan irigasi peninggalan kolonial dan kini menjelma menjadi destinasi wisata dadakan yang diminati warga lokal.

Baca juga: Jadwal Buka Puasa dan Jadwal Imsakiyah 30 Hari Full Ramadan 1447 H/ 2026 Khusus Pangandaran

Bendungan Matras merupakan warisan pemerintah kolonial Belanda yang dibangun sekitar tahun 1918. Pada awal berdirinya, bendungan ini berfungsi sebagai dam irigasi untuk mengatur aliran air dari Sungai Putrapinggan.

Kini, di lokasi banyak anak yang tampak asyik berenang di aliran air yang relatif dangkal. Beberapa anak lainnya bermain menggunakan ban pelampung. 

Sementara itu, orang tua duduk bersantai di bawah rindangnya pepohonan, menikmati sajian khas munggahan seperti nasi liwet, ayam goreng, sambal, dan lalapan segar.

Tidak sedikit pengunjung memanfaatkan momen itu untuk berswafoto dengan background deretan batu bendungan yang kokoh, aliran air yang jernih.

Seorang warga Pangandaran, Alamsyah (47) menyebut, bendungan Matras ini memiliki suasana yang alami dan biaya yang terjangkau.

"Di sini enak, adem, murah juga. Anak-anak bisa main air, orang tua bisa kumpul bareng. Daripada jauh-jauh, ya mending di sini," ujar Alamsyah disela sela aktivitas munggahan di bendungan Matras.

Menurutnya, munggahan di bendungan Matras menjadi alternatif wisata keluarga yang tidak menguras kantong menjelang Ramadan. 

"Cukup bawa uang Rp 50 ribu dan bawa bekal makanan nasi liwet, kita bersama anak-anak bisa munggahan di Matras," katanya.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved