Kabar KJA di Pantai Timur Pangandaran, Jeje Wiradinata Masih Berpegang pada Komitmen UNPAD
Jeje Wiradinata menyatakan, saat ini pihaknya masih berpegang pada komitmen awal yang sudah disepakati bersama Unpad.
Penulis: Padna | Editor: Dedy Herdiana
Ringkasan Berita:
- KJA di Pantai Timur Pangandaran masih ada, jaraknya ~200 m dari bibir pantai, belum beroperasi.
- Pelaku wisata sempat protes, kini situasi kondusif setelah pertemuan dengan UNPAD.
- Komitmen: KJA tidak diperluas dan tidak mengganggu wisata maupun nelayan.
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Berikut ini kabar terbaru soal keberadaan Keramba Jaring Apung (KJA) di kawasan Pantai Timur Pangandaran, Jawa Barat yang sebelumnya menjadi perhatian.
Pantauan di lapangan, KJA tersebut masih berada di perairan Pantai Timur, tidak jauh dari kawasan Cagar Alam Pangandaran, dan kini belum terlihat beroperasi.
Jarak KJA ke bibir pantai diperkirakan hanya sekitar 200 meter. Sebelumnya, sejumlah pelaku usaha wisata water sport menilai keberadaan KJA tersebut berpotensi mengganggu aktivitas pariwisata.
Bahkan, sempat muncul polemik dan penolakan dari pelaku usaha wisata terutama di Pantai Timur Pangandaran.
Meski demikian, situasi kini relatif kondusif. Tidak terlihat ada gejolak lanjutan setelah perwakilan pelaku usaha wisata dan termasuk mantan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, melakukan pertemuan dengan pihak Universitas Padjadjaran (Unpad).
Jeje menyatakan, saat ini pihaknya masih berpegang pada komitmen awal yang sudah disepakati bersama Unpad.
Dalam kesepakatan itu, pihak ketiga Unpad hanya diperbolehkan memasang KJA yang kini sudah terpasang dan tidak melakukan perluasan.
"Komitmen saya dengan Unpad dulu, adalah pihak Unpad hanya memasang KJA yang sekarang ini dan tidak mengganggu aktivitas wisata," ujar Jeje kepada Tribun Jabar di Pangandaran, Jumat (23/1/2026) siang.
Baca juga: Jeje Wiradinata Soroti Bangkai Kapal Viking di Pantai Pasir Putih Pangandaran
Menurut Jeje, keberadaan KJA itu pun tidak boleh mengganggu aktivitas nelayan maupun kegiatan pariwisata. Intinya, seluruh aktivitas di wilayah Pangandaran harus berjalan selaras.
"Di Pangandaran ini kan ada laut, ada aktivitas nelayan, dan ada aktivitas pariwisata. Itu harus sinkron dan tidak saling mengganggu," katanya.
Ia pun menekankan pentingnya komunikasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah sebelum menjalankan kegiatan apapun.
Baca juga: Polemik KJA di Pangandaran Tuntas? Dekan Unpad Klaim Tak Ada Masalah Sudah Kerja Sama dengan Nelayan
"Tidak boleh karena kewenangan pusat atau provinsi, lalu ujug-ujug ada kegiatan di daerah tanpa komunikasi yang baik. Itu tidak boleh," ucap Jeje.
Menurutnya, Pantai Timur Pangandaran merupakan satu ikon pariwisata daerah khususnya untuk wahana water sport yang ramai dikunjungi wisatawan.
"Terkait KJA ini, kami masih berpegang pada hasil pertemuan dengan Unpad, di antaranya luas KJA hanya sekitar 2.000 meter persegi dan tidak ada perluasan kembali," ujarnya. (*)
Baca juga: Polemik KJA di Pantai Timur, Kadis Kelautan Pangandaran: Kami Tidak Antiinvestasi
| Kodim 0625/Pangandaran Serahkan Bantuan Truk Operasional untuk 5 Koperasi Desa Merah Putih |
|
|---|
| Kunjungan Wisata Long Weekend di Pantai Pangandaran Meningkat, Antrean Kendaraan Terjadi Sejak Pagi |
|
|---|
| 217 Jemaah Haji Pangandaran Berangkat Mei 2026: Jadwal Lengkap dan Tanpa Biaya Tambahan |
|
|---|
| Rumput Laut Krispi, Camilan Renyah dan Lezat dari Sudut UMKM Kalipucang Pangandaran |
|
|---|
| Arus Lalin Bandung–Sumedang Macet Teradang Unjuk Rasa May Day 2026 di Depan Unpad Jatinangor |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/SOROTI-BANGKAI-KAPAL-Bupati-Pangandaran-pertama-Jeje-Wiradinata-23012026.jpg)