Minggu, 3 Mei 2026

DKPP Pangandaran: Konsumsi Ikan Siswa Pangandaran Bisa 10 Ton Perbulan dari MBG

Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui Dinas Kelautan, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DKPKP) mulai mempersiapkan strategi

Tayang:
Penulis: Padna | Editor: ferri amiril
Istimewa/Dok. Gugun Wiguna
DOOR PRIZE UANG - Inisiatif unik hadir dari para relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Pangandaran satu. Sejumlah siswa siswi dapat door prize berupa uang Rp 5.000, Senin (8/12/2025) siang. 

Ringkasan Berita:* Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui Dinas Kelautan, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DKPKP) mulai mempersiapkan strategi
 
* Kepala DKPKP Kabupaten Pangandaran, Usep Efendi, mengatakan, sektor perikanan menjadi satu fokus utama dalam mendukung program MBG

 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Pangandaran, Padna


TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Pemerintah Kabupaten Pangandaran melalui Dinas Kelautan, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DKPKP) mulai mempersiapkan strategi dalam pemenuhan kebutuhan bahan pangan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Satu langkah utama DKPKP Kabupaten Pangandaran, di antaranya mendorong pemanfaatan bahan dan produk lokal.

Kepala DKPKP Kabupaten Pangandaran, Usep Efendi, mengatakan, sektor perikanan menjadi satu fokus utama dalam mendukung program MBG.

"Ya, salah satunya kita dorong dari sektor perikanan di Pangandaran," ujar Usep kepada sejumlah wartawan di ruangan kantornya, Senin (12/1/2026) siang.

Menurutnya, DKPKP bersama para penyuluh perikanan sudah mulai menghitung estimasi kebutuhan bahan pangan MBG dengan menyesuaikan kemampuan produksi lokal yang ada di Kabupaten Pangandaran.

Baca juga: Awal 2026, Satreskrim Polres Pangandaran Tangkap Seorang Pencuri Motor, 2 Masih Buron

"Mudah mudahan tahun depan ada bantuan benih yang bisa dikelola oleh kelompok pembudidaya ikan," ucapnya.

Jadi, kelompok pembudidaya ikan yang nantinya menerima bantuan tidak akan langsung menyalurkan hasil produksinya ke program MBG

Penyaluran dilakukan melalui skema kerja sama yang terintegrasi."Program MBG sendiri mengutamakan penggunaan produk lokal, baik ikan, telur, ayam, atau komoditas pangan daerah lainnya," kata Usep.

Dalam rantai pasok itu, tentu peran koperasi desa sangatlah strategis. Karena, koperasi akan menjadi penghubung antara kelompok pembudidaya dengan pihak penyuplai MBG.

"Koperasi berfungsi sebagai penghubung antara kelompok pembudidaya dengan pihak penyedia MBG," ujarnya.

Sebelum desa ditetapkan sebagai pemasok ke penyedia MBG, DKPKP terlebih dahulu menyiapkan ketersediaan produknya. Nanti, produknya itu dapat dikelola dan disalurkan oleh koperasi desa.

"Produk sudah kita siapkan dulu, kemudian bisa difungsikan oleh rekan-rekan di koperasi," kata Usep.

Dengan skema tersebut, Usep berharap keberlangsungan usaha pembudidaya ikan di Pangandaran menjadi lebih jelas dan berkelanjutan seiring meningkatnya penggunaan produk lokal.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved