Sepanjang 2025, Dinsos PMD Pangandaran Tangani 20 ODGJ dan Orang Telantar, Ada dari Palembang
sedikitnya 20 orang telantar dan ODGJ sudah ditangani Dinsos PMD Pangandaran hingga proses pemulangan ke daerah asal masing-masing
Penulis: Padna | Editor: Machmud Mubarok
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - Kasus orang telantar dan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) kerap ditemukan di wilayah Kabupaten Pangandaran, terutama kawasan di destinasi wisata.
Sepanjang tahun 2025, Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinsos PMD) Kabupaten Pangandaran mencatat puluhan kasus yang sudah ditangani.
Kepala Dinsos PMD Kabupaten Pangandaran, Trisno, mengatakan, sedikitnya 20 orang telantar dan ODGJ sudah ditangani hingga proses pemulangan ke daerah asal masing-masing.
"Untuk orang telantar yang kami tangani, pemulangan terjauh yaitu ke Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, dan Palembang, Sumatera Selatan," ujar Trisno melalui WhatsApp, Rabu (7/1/2026) siang.
Baca juga: Pemkab Pangandaran Rehabilitasi Puluhan Pasien ODGJ Usai Ketua Yayasan Ditetapkan Jadi Tersangka
Baca juga: ODGJ di Pangandaran Harus Ditangani Polisi usai Serang Warga, Begini Kronologinya
Sebelum proses pemulangan dilakukan, tentu pihaknya terlebih dahulu berkoordinasi dengan Dinas Sosial di daerah tujuan.
Hal itu dilakukan untuk memastikan proses serah terima berjalan dengan baik dan yang bersangkutan dapat dikembalikan kepada pihak keluarga."Prosedur ini juga kami terapkan untuk penanganan kasus ODGJ," katanya.
Meskipun demikian, lanjut Ia, tidak semua orang yang mengaku terlantar benar-benar dalam kondisi terlantar.
Karena, pihaknya pernah menemukan sejumlah kasus dengan modus mengaku tidak memiliki uang untuk pulang ke kampung halaman, dengan harapan mendapatkan bantuan biaya transportasi.
"Untuk antisipasi hal itu, kami menugaskan petugas Dinsos untuk mendampingi langsung saat proses pengantaran hingga ke daerah asal," ucap Trisno.
Selain menangani orang terlatar, pihaknya pun mengevakuasi puluhan ODGJ yang sebelumnya berada di sebuah rumah terapi.
Namun, kini rumah terapi tersebut tutup sementara akibat adanya dugaan kasus meninggalnya salah satu pasien.
Dari total 92 ODGJ yang berada di rumah terapi tersebut, 39 orang ditangani melalui Dinsos Provinsi Jabar untuk dipindahkan ke rumah terapi lain yang berlokasi di Kabupaten Sukabumi.
"Sementara sisanya kami serahkan kembali kepada keluarganya masing-masing," ujarnya. (*)
| PMI Asal Pangandaran yang Sempat Telantar di Kamboja, Bisa Pulang ke Kampung |
|
|---|
| Korban Keracunan MBG di Tasikmalaya Sudah Dipulangkan, Dinkes Tunggu Hasil Lab |
|
|---|
| 3 ODGJ Kakak Beradik di Rancah Ciamis Dievakuasi ke RSJ, Sempat Resahkan Warga |
|
|---|
| Dijanjikan Kerja di Online Shop, Warga Tasikmalaya Ini Nyatanya Cuma Jadi Budak Scam di Kamboja |
|
|---|
| 7 Orang Korban TPPO Asal Kabupaten Tasikmalaya Sudah Dipulangkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Ilustrasi-ODGJ.jpg)