Kamis, 11 Juni 2026

Naskah Khutbah Jumat

Naskah Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Memohon Agar Dijauhkan dari Hati yang Mati

Berikut Ini Dia Naskah Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Memohon agar Dijauhkan dari Hati yang Mati

Tayang:
Tribunpriangan.com/Dedy Herdiana
NASKAH KHUTBAH JUMAT - Sejumlah jamaah saat mendengar khutbah Jumat di Masjid Agung Trans Studio Bandung, Jumat (21/2/2025). Berikut Naskah Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Memohon agar Dijauhkan dari Hati yang Mati 

Ringkasan Berita:
  • Memohon agar dijauhkan dari hati yang mati (qalbun mayyit) dapat dilakukan dengan memperbanyak zikir, membaca Al-Qur.an, dan memohon keteguhan iman.
  • Hati yang mati biasanya ditandai dengan hilangnya kepekaan terhadap dosa dan keengganan untuk menerima nasihat kebaikan.
  • Hari Jumat yang merupakan Sayyidul Ayyam atau Penghulunya Hari pun diyakini oleh kaum muslimin sebagai hari yang penuh keberkahan.

 

TRIBUNPRIANGAN.COM – Memohon agar dijauhkan dari hati yang mati (qalbun mayyit) dapat dilakukan dengan memperbanyak zikir, membaca Al-Qur.an, dan memohon keteguhan iman.

Hati yang mati biasanya ditandai dengan hilangnya kepekaan terhadap dosa dan keengganan untuk menerima nasihat kebaikan.

Berbicara perihal Jumat esok hari, tepatnya di hari Jumat tanggal 12 Juni 2026, kita selaku laki-laki beragama muslim akan melaksanakan ibadah Salat Jumat.

Hari Jumat yang merupakan Sayyidul Ayyam atau Penghulunya Hari pun diyakini oleh kaum muslimin sebagai hari yang penuh keberkahan.

Khusus untuk khutbah pada Jumat esok hari, berikut merupakan naskah khutbah Jumat tanggal 12 Juni 2026 yang sudah TribunPriangan.com lansir dari berbagai sumber tentang "Memohon agar Dijauhkan dari Hati yang Mati".

Baca juga: Naskah Singkat Khutbah Jumat 12 Juni 2026: Pentingnya Menjaga Keikhlasan dalam Beribadah

Khutbah 1

إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَاهَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ اَمَّا بَعْدُ، فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْااللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلاَتَمُوْتُنَّ اِلاَّوَأَنـْتُمْ مُسْلِمُوْنَ فَقَدْ قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: ‎وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ

 

Hadirin jemaah salat Jumat rahimakumullah

Sebelum menyampaikan materi khutbah pada kesempatan yang baik ini, Alfaqir berwasiat kepada diri pribadi dan juga kepada jamaah semuanya untuk bersama-sama meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt. Sebab, takwa merupakan bekal terbaik kita menghadapi kehidupan akhirat kelak, di samping sebagai perisai diri kita dalam rangka menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 12 Juni 2026/ 26 Zulhijah 1448 H: Menakar Kebiasaan Syukur atas Nikmat Allah

Hadirin jamaah salat Jumat rahimakumullah

Kita tahu bahwa hati adalah unsur yang sangat penting dalam diri kita. Bahkan hati menjadi pendorong sekaligus penentu dari perilaku-perilaku baik yang akan kita lakukan. Pada saat yang sama, hati juga dapat menjadi sarana untuk mencegah sikap-sikap kita akan semua hal yang dilarang oleh agama. Itu sebabnya, kita mesti menjaga hati dari segala hal yang merusak, sehingga hati ini terus hidup, mengajak terhadap kebaikan sebagai bekal kita di dunia untuk menghadapi kehidupan berikutnya.

Terkait hal ini, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah mengingatkan kita semua melalui sabdanya, sebagaimana berikut:

أَلاَ وَإِنَّ فِي الجَسَدِ مُضْغَةً: إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الجَسَدُ كُلُّهُ، أَلاَ وَهِيَ القَلْبُ

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved