Kamis, 4 Juni 2026

Naskah Khutbah Jumat

Naskah Khutbah Jumat 5 Juni 2026: Cara Selamat dari Pemikiran Menyimpang

Naskah Khutbah Jumat 5 Juni 2026/ 19 Zulhijjah 1447 H: Cara Selamat dari Pemikiran Menyimpang

Tayang:
Tribunpriangan.com/Dedy Herdiana
NASKAH KHUTBAH JUMAT - Naskah Khutbah Jumat 5 Juni 2026/ 19 Zulhijjah 1447 H: Cara Selamat dari Pemikiran Menyimpang. (foto: Sejumlah jamaah saat mendengar khutbah Jumat di Masjid Agung Trans Studio Bandung, Jumat (21/2/2025). 

Marilah kita bersyukur kepada Allah subhanahu wata’ala atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga kita dapat hadir melaksanakan kewajiban shalat Jumat secara berjamaah. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Nabi besar Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, beserta keluarga, sahabat, dan umatnya yang setia mengikuti petunjuk beliau hingga hari kiamat.

Pada kesempatan yang mulia ini, khatib berwasiat kepada diri pribadi dan kepada jamaah sekalian, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah subhanahu wata’ala, dengan sebenar-benar takwa. Karena sebaik-baik bekal kita menuju Allah subhanahu wata’ala adalah ketakwaan.

Baca juga: Naskah Singkat Khutbah Jumat 5 Juni 2026: Jaga Diri dari 10 Tanda Lemahnya Iman

Jamaah sidang shalat Jumat yang dirahmati Allah Ta’ala

Kita hidup di zaman yang penuh ujian dan cobaan terhadap agama. Di tengah derasnya arus globalisasi, kemajuan teknologi, dan tersebarnya pemikiran-pemikiran menyimpang, maka mempertahankan dan menjalankan keislaman bukanlah perkara yang mudah, yaitu ibarat berenang melewati sungai yang dipenuhi arus kuat yang menerjang.

Arus tersebut merupakan materialisme yang dibawa oleh globalisasi, sehingga materi dan harta menjadi ukuran segalanya. Juga pragmatisme yang dibawa oleh kemajuan teknologi, sehingga keuntungan duniawi menjadi tujuan utama dari segala perbuatan yang dilakukan.

Kedua hal tersebut diperparah dengan tantangan pemikiran yang tersebar di tengah-tengah umat Islam: liberalisme yang mengajak untuk berpikir bebas tanpa batas; sekularisme yang mengajak untuk memisahkan agama dan dunia dari kehidupan; serta radikalisme yang mengajak untuk menghalalkan kekerasan demi meraih tujuan yang diinginkan.

Semua ini merupakan arus deras dan kuat yang akan menerjang siapa saja yang ingin menyeberangi sungai kehidupan. Oleh karenanya, kesabaran dalam menghadapinya sangat dibutuhkan meskipun penuh dengan pengorbanan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, hadits riwayat at-Tirmidzi, no. 2260,

يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ، الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ.

“Akan datang suatu masa kepada manusia, orang yang bersabar berpegang pada agamanya seperti menggenggam bara api.”

Bagaimana cara Agar Selamat dari Arus Pemikiran Menyimpang dalam Kehidupan?

Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 19 Zulhijah 1447 H/5 Juni 2026: Pemikiran Akhir Zaman yang Merusak Iman

Jamaah sidang shalat Jumat yang dirahmati Allah Ta’ala

Agar kita selamat menyeberangi deras dan kuatnya arus sungai kehidupan hingga mencapai tujuan, setidaknya ada tiga kiat yang dapat khatib sampaikan.

Pertama:Menguatkan keimanan kepada Allah
Deras dan kuatnya arus sungai, tidak akan menggoyahkan kaki penyeberang manakala ia memiliki keimanan yang kuat kepada Allah Ta’ala. Keimanan inilah yang akan menuntun dan menguatkan langkah-langkahnya hingga mencapai tujuan yang diinginkan.

Allah Ta’ala berfirman dalam Surat an-Nur ayat 40,

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved