Idul Adha 1447 H
Naskah Khutbah Istimewa Idul Adha 2026: Ikhlas dalam Kehilangan dan Berkurban
Khutbah Istimewah Idul Adha 2026: "Belajar Arti Kehilangan Demi Memiliki Allah Subahana Wataala"
Penulis: Lulu Aulia Lisaholith | Editor: ferri amiril
Pada malam tanggal 8 Dzulhijjah, Nabi Ibrahim mendapatkan wahyu melalui mimpinya bahwa Allah memerintahkan kepadanya untuk menyembelih anak yang paling ia sayangi. Nabi Ibrahim merenung panjang, “Haruskah ia mengikuti perintah Tuhannya untuk melepaskan hal yang paling ia sayangi, hal yang paling ia sukai? Apakah mimpi ini benar dari Allah atau bukan?” Nabi Ibrahim sangat sedih dalam permenungan yang sangat panjang itu. Karenanya, pada tanggal 8 Dzulhijjah yang kita semua disunnahkan untuk berpuasa disebut dengan hari “tarwiyah” yang berarti “hari merenung”, yakni hari di mana Nabi Ibrahim ‘alaihissalam melakukan permenungan panjang atas mimpinya.
Kegalauan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam mendapatkan jawabannya pada malam hari berikutnya, yakni pada malam hari 9 Dzulhijjah, bahwa ia benar-benar diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih anak kesayangannya yang bernama Isma‘il. Karenanya, tanggal 9 Dzulhijjah yang kita semua, umat Islam disunnahkan berpuasa disebut dengan “hari ‘Arafah” yang berarti “pengetahuan”, yakni hari di mana Nabi Ibrahim ‘alaihissalam mendapatkan jawaban atau pengetahuan atas perintah Allah yang ia ragukan sebelumnya.
Dengan dasar ketaatan kepada Allah yang sangat tulus, dengan latar belakang rasa cinta kepada Tuhan yang mengalahkan segalanya, Nabi Ibrahim ‘alaihissalam benar-benar mantap dan bertekad akan menjalankan perintah-Nya, yaitu menyembelih Isma‘il, orang yang paling ia sayangi.
اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ ولله الحمد
Baca juga: 7 Naskah Khutbah Idul Adha 1447 H/ 2026 Beragam Tema Mendalam tentang Urgensi Ibadah Kurban
Jamaah Idul Adha yang dirahmati Allah,
Kita tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam saat itu. Seorang ayah yang sudah lama sekali menanti memiliki keturunan, namun ketika dikaruniai anak melalui pernikahannya dengan Dewi Hajar, anak yang beliau impi-impikan itu harus disembelih dengan tangannya sendiri, padahal Nabi Ibrahim ‘alaihissalam memiliki anak ketika usianya sudah sangat sepuh, yakni 86 tahun.
Dalam QS. Ash-Shâffât 100-101 diceritakan bahwa Nabi Ibrahim ‘alaihissalam meminta kepada Allah diberi keturunan yang saleh, lalu Allah mengabulkannya dengan memberi anak yang sabar.
رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ. فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلَامٍ حَلِيمٍ.
Kita juga tidak bisa membayangkan bagaimana dialog Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dengan istrinya ketika meminta izin untuk menjalankan perintah Allah, yakni menyembelih anaknya. Sudah pasti perasaan keduanya hancur karena harus melepas kesayangannya. Perasaan keduanya gundah dan berkeping-keping karena orang yang paling ia sayangi akan mati di tangannya. Tapi, rupanya cinta Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dan istrinya kepada Allah subhanahu wata’ala melebihi segala-galanya. Demi mengikuti perintah Allah, keduanya rela melepaskan orang yang paling dicintai.
Begitu juga, kita tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan suami istri itu ketika meminta izin kepada anaknya yang akan dikorbankan, yakni Isma‘il ‘alaihissalam. Tapi Isma‘il sendiri justru menguatkan tekad ayah dan ibundanya untuk menunaikan perintah Allah subhanahu wata’ala.
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ.
“Ketika anak itu memasuki usia dewasa, sudah berkembang, sudah bisa bepergian dan berjalan, Nabi Ibrahim ‘alaihissalam berkata kepada anaknya: Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu? Isma‘il anak Ibrahim menjawab: Wahai bapakku, lakukanlah apa yang diperintah (Allah) kepadamu, insyaallah engkau akan mendapatiku bagian dari orang-orang yang sabar” (QS Ash-Shâffât 102).
Setelah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dan Isma‘il, anak yang akan dikurbankannya itu sampai di tempat yang diperintahkan (menurut Ubaid bin Umair di tempat yang di kemudian hari disebut “Maqâm Ibrahim”; menurut Mujâhid, di Mina), tiba-tiba Allah memberikan wahyu untuk menggantinya dengan kambing.
Atas dasar cinta kepada Allah yang melebihi segala-galanya, keluarga Nabi Ibrahim menjadi keluarga yang terberkati. Nabi Ibrahim diberi gelar “khalîlullah” atau kekasih Allah, dan dari keluarga ini lahirlah keturunan-keturunan para nabi seperti Nabi Ishâq, Nabi Ya‘qûb, Nabi Musa, Nabi Isa dan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.
كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ
naskah khutbah Idul Adha
naskah khutbah Idul Adha 2026
naskah singkat khutbah Idul Adha 2026
naskah khutbah Idul Adha 1447 H
khutbah Idul Adha 1447 H
Teks Khutbah Idul Adha
khutbah Idul Adha
Naskah Khutbah Idul Adha Terbaru
Meaningful
Konten Evergreen
Evergreen
| 20 Poster Lucu Hari Raya Idul Adha Full Konsep Qurban 2026, Cocok Jadi Postingan IG, WA, dan FB |
|
|---|
| 15 Quotes Berkurban untuk Postingan IG, WA, dan FB Khusus GenZ: Sembelihlah Sifat Hewani dalam Diri |
|
|---|
| 7 Naskah Khutbah Idul Adha 1447 H/ 2026 Beragam Tema Mendalam tentang Urgensi Ibadah Kurban |
|
|---|
| 5 Naskah Singkat Khutbah Idul Adha 1447 H/2026 Simpel dan Penuh Makna |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Tata-Cara-Salat-Idul-Fitri-Mulai-Dari-Bacaan-Niat-Hingga-Salam-Lengkap-dengan-Latin-dan-Terjemahan.jpg)