Sabtu, 25 April 2026

Kalender 2026

Ada Libur Panjang di Peringatan Tahun Baru Imlek 2026, Warga Priangan Bisa Munggahan

Berikut ini penjelasan tentang kabar ada libur panjang di Peringatan Tahun Baru Imlek 2026, Warga Priangan Bisa Munggahan

Kementerian Agama Provinsi Aceh
KALENDER FEBRUARI 2026 - Ada Libur Panjang di Peringatan Tahun Baru Imlek 2026, Warga Priangan Bisa Munggahan 

Jadwal Libur Imlek 2026

Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Imlek 2026 jatuh setelah libur akhir pekan, yakni pada:

  • Senin, 16 Februari 2026: Cuti bersama Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili
  • Selasa, 17 Februari 2026: Libur nasional Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili

Baca juga: Bukan Cuman Sehari, Ini Jadwal Libur Tahun Baru Imlek 2026 Menurut SKB 3 Menteri

Sehingga, ada long weekend Imlek 2026 selama empat hari. Ini tanggal-tanggalnya:

  • Sabtu, 14 Februari 2026: Libur akhir pekan
  • Minggu, 15 Februari 2026: Libur akhir pekan
  • Senin, 16 Februari 2026: Cuti bersama Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili
  • Selasa, 17 Februari 2026: Libur nasional Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili

Terkait momen libur ini juga menjadi momen munggahan bagi masyarakat muslim, karena awal Ramadan 1447 H diprediksi akan dimulai pada 19 Februari 2026.

Sebagai informasi munggahan adalah tradisi masyarakat Muslim, khususnya suku Sunda, untuk menyambut bulan suci Ramadan dengan penuh sukacita dan rasa syukur.

Dilakukan pada akhir bulan Sya'ban, tradisi ini bertujuan mempersiapkan fisik dan rohani melalui silaturahmi, saling bermaafan, ziarah kubur, dan makan bersama (botram). 

Kata munggahan berasal dari kata bahasa Sunda "munggah" yang berarti naik, maknanya adalah naik ke bulan yang lebih suci atau tinggi derajatnya (Ramadan).

Waktu pelaksanaan munggahan biasanya dilakukan satu atau dua hari menjelang bulan Ramadan, atau pada minggu terakhir bulan Syaban.

Momen ini biasanya digunakan untuk bersilaturahmi, berkumpul bersama keluarga besar, tetangga, atau teman kerja. Saling berbagi makanan dan makan bersama, saling bermaaf-maafan untul membersihkan diri dari kesalahan sebelum berpuasa.

Selain itu bisa dilakukan berkunjung dan mendoakan makam orang tua atau leluhur, memberikan sedekah pada sehari menjelang bulan puasa.

Sedakah dilakukan sebagai bentuk syukur atas kesempatan bertemu Ramadan kembali, mempererat tali silaturahmi, serta mempersiapkan mental dan spiritual agar ibadah puasa lebih maksimal. 

Tradisi ini tetap lestari dan menjadi momen penting untuk menjalin keakraban sosial sebelum memasuki bulan penuh berkah. 

Simak berita update TribunPriangan.com lainnya di: Google News

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved