Senin, 4 Mei 2026

BBM Dicampur 10 Persen Etanol

Pemerintah Ingin Campur 10 Persen Etanol ke Tiap Liter BBM, Bikin Kendaraan Rusak?

Kebijakan Pemerintah  Campur 10 Persen Etanol ke Tiap Liter BBM Benarkah Bawa Pengaruh Buruk ke Kendaraan?

Tayang:
TribunBisnis.com
BBM DICAMPUR ETANOL - Kebijakan Pemerintah Campur 10 Persen Etanol ke Tiap Liter BBM Benarkah Bawa Pengaruh Buruk ke Kendaraan. (Foto: Petugas mengisikan BBM jenis Pertalite di SPBU Jalan Bandung, Kota Malang, Jawa Timur.) (SURYA/PURWANTO) 

TRIBUNPRIANGAN.COM  - Pemerintah kembali mengeluarkan kebijakan baru, untuk menambahkan kadar etanol pada bahan bakar minyak (BBM). 

Sekilas tak ada yang mengkhawatirkan dengan rencana ini.

Namun, nyatanya pengembangan tersebut merupakan perencanaan yang melibatkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk memberi opsi pencampuran etanol ke bensin sebesar 10 persen atau E10.

Sekedar info, saat ini, kadar Etanol pada BBM yang dijual salah satunya di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) Pertamina hanya 3,5 persen.

Etanol merupakan alkohol yang berasal dari bahan nabati seperti tebu atau singkong. 

Baca juga: Pemerintah Bakal Campur 10 Persen Etanol Tiap Liter BBM, Apa Bahayanya untuk Kendaraan?

Campuran bensin 90 persen dengan etanol 10 persen ini disebut untuk mengurangi emisi karbon dan ketergantungan terhadap impor.

Adapun, rencana ini dikabarkan telah mendapat restu dari Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Bahlil mengatakan, hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk menekan impor BBM bensin. Pasalnya, saat ini 60 persen kebutuhan bensin nasional masih diimpor.

Hal ini memicu pertanyaan masyarakat awam tentang pengaruh besar lanjutan jika progres ini diterapkan.

Dampak Etanol 10 persen pada Kendaraan

Mengutip Kompas.com, ada hal positif dan negatif mengenai penggunaan etanol pada BBM

Hal ini diterangkan Tri Yuswidjajanto Zaenuri, Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) dan pakar bahan bakar serta pelumas.

Baca juga: Daftar Harga BBM Pertamina 15 September 2025 Turun Lagi, Kisaran Berapa di 7 Wilayah Priangan?

Yuswidjajanto menambahkan, etanol berasal dari tumbuh-tumbuhan sehingga menyerap CO2. 

Diolah menjadi bahan bakar, dipakai di kendaraan, dan menghasilkan CO2 lagi. 

Hal ini menambah nilai positif yang akan menaikkan oktan dan berkontribusi mengurangi emisi CO2.

"Jadi, siklusnya kan pendek ya. Maka itu, disebut sebagai carbon neutral, tidak menambahkan CO2 di udara," kata Yuswidjajanto.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved