Naskah Khutbah Jumat
Naskah Khutbah Jumat 19 September 2025: Dampak Buruk Perbuatan Maksiat di Kehidupan Sehari-hari
Naskah Khutbah Jumat 19 September 2025/ 25 Rabiul Awal 1447 H: Dampak Buruk Perbuatan Maksiat di Kehidupan
Penulis: Lulu Aulia Lisaholith | Editor: Dedy Herdiana
TRIBUNPRIANGAN.COM - Berikut ini terdapat Naskah Khutbah Jumat 19 September 2025/ 25 Rabiul Awal 1447 H: Dampak Buruk Perbuatan Maksiat di Kehidupan.
Tribuners, salah satu rukun pada hari Jumat adalah penyamapaian Khutbah oleh sang khatib.
Islam menganjurkan supaya khutbah tidak disampaikan terlalu panjang agar jemaah tidak bosan.
Sekadar informasi, ajuran untuk menyampaikan khutbah secara singkat terdapat di dalam sebuah hadits riwayat Muslim dan Ahmad berikut ini.
عَنْ عَمَّارِ بْنِ يَاسِرٍ قَالَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ طُولَ صَلاَةِ الرَّجُلِ وَقِصَرَ خُطْبَتِهِ مَئِنَّةٌ مِنْ فِقْهِهِ فَأَطِيلُوا الصَّلاَةَ وَاقْصُرُوا الْخُطْبَةَ وَإِنَّ مِنْ الْبَيَانِ سِحْرًا (رواه مسلم وأحمد)
Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 12 September 2025: Rasulullah Sosok Mulia Pembawa Cahaya dan Petunjuk
Artinya: "Dari Ammar Ibn Yasir (diriwayatkan bahwa) ia berkata: Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: Sesunggunguhnya panjangnya sholat dan pendeknya khutbah seorang khatib adalah tanda kepahaman seseorang tentang agama. Oleh karena itu panjangkanlah sholat dan persingkatlah khutbah; sesungguhnya dalam penjelasan singkat ada daya tarik." (HR Muslim dan Ahmad)
Adapun terdapat berbagai jenis topik khutbah Jumat, namun kali ini TribunPriangan.com ingin mengulas satu tema berjudul Dampak Buruk Perbuatan Maksiat di Kehidupan.
Khutbah 1
اَلْحَـمْدُ للهِ الذِي مَنَّ عَلَى من شاءَ مِن عبادهِ بهدايَـتِهم للايمانِ – وكَرَّهَ اليهم الكفرَ والفسوقَ والعصيانِ - واشهد ان لااله الا الله وحده لا شريك له، تَفَرَّدَ بالكمالِ والجلالِ والعظمةِ والسُلطانِ – وأشهد ان سيدَنا محمدا عبدُه ورسولُه المبعوثُ الى كافةِ الانسِ والجانِ – فبلَّغَ رسالةَ رَبِّهِ وبَيَّنَ غايةَ البيانِ – اللهم صل وسلم على سيدنا محمد وعلى آله واصحابه الذين جاهدوا في الله حقَّ جهادِه حتى نشروا العدلَ والامنَ والايمانَ
( اما بعد ) ايها المسلمون ! اتقوا الله تعالى واحذروا المعاصي فإن لها أثرا سيئا على العاصي وعلى المكان والسكان
Hadirin rahimakumullah
Baca juga: Naskah Khutbah Jumat 12 September 2025: Demokrasi dan Etika Mengkritik Pemimpin
Marilah kita selalu meningkatkan kadar ketakwaan kita kepada Allah swt dengan menjalankan perintah-perintah Allah swt dan menjauhi larangan-larangan-Nya, karena tidak ada cara lain yang dapat membuat hidup kita bahagia di dunia maupun di akhirat kecuali dengan takwa.
Secara sederhana Ulama mendefinisikan takwa dengan menjalankan perintah-perintah Allah swt dan menjauhi larangan-larangan-Nya, dengan demikian status muttaqin (orang yang bertakwa) tidak hanya sebatas jika seseorang telah menjalankan perintah-perinta Allah swt saja, tetapi ia harus pula meninggalkan larangan-larangan Allah swt.
Dalam kehidupan sehari-hari menjalankan perintah-perintah Allah swt itu kita wujudkan dalam bentuk perbuatan-perbuatan taat atau ibadah kepada Allah swt sedang menjauhi larangan-larangan Allah swt itu kita wujudkan dengan menjauhi maksiat kepada Allah swt.
Bila kita bertanya, mana yang lebih berat untuk dilaksanakan apakah melaksanakan ketaatan (ibadah) ataukah meninggalkan larangan (maksiat), maka imam al-Ghazali (Bidayah al-Hidayah) menjawab sebagai berikut:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Ilustrasi-Berdoaa.jpg)