Sabtu, 25 April 2026

Lukisan Srihadi Tembus Harga Rp 2,6 Miliar Pada Lelang Karya Maestro di Pasar Seni ITB 2025 

Lukisan Srihadi disebut sudah menembus Rp 2,6 miliar, lelang akan ditutup dalam gala dinner yang rencananya menghadirkan para kolektor, seniman

Editor: Machmud Mubarok
Tribun Jabar / Nappisah
LELANG LUKISAN - Lukisan yang didonasikan untuk dilelang di Aula Timur ITB, Minggu (19/10/2025). Lelang lukisan ini bagian dari Pasar Seni ITB 2025. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Suasana di kampus Institut Teknologi Bandung (ITB) akhir pekan ini terasa berbeda. Dari pagi, arus manusia mengalir di sepanjang Jalan Ganesha pada Minggu (19/10/2025). 

Suara musik dari kejauhan terdengar iringan drum, dan gitar. Langkah kaki pengunjung berpadu dengan genangan air. Mereka menuju lokasi acara Pasar Seni ITB 2025

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, mengatakan, gelaran ini menjadi momen yang sarat makna bagi dunia seni rupa Indonesia. 

Widiyanti mengungkapkan apresiasinya kepada civitas akademika FSRD ITB dan seluruh pihak yang terlibat.

“Acara ini menjadi ruang ekspresi, kreativitas, dan kolaborasi lintas generasi yang telah menjadi ciri khas FSRD ITB. Pasar Seni ITB adalah salah satu festival seni rupa dan desain paling ikonik di Indonesia sejak 1972, bahkan pernah tercatat sebagai salah satu yang terbesar dan tertua di Asia Tenggara,” ujarnya, Minggu (19/10/2025). 

Pasar Seni ITB 2025 kembali dengan semangat baru. Tahun ini, menargetkan kehadiran hingga 500 ribu pengunjung, bahkan optimistis bisa mencapai 600 ribu orang. 

Tema besarnya yang memadukan seni, sains, dan teknologi menjadi wajah baru yang merepresentasikan zaman sekaligus menegaskan posisi ITB sebagai poros inovasi dan kebudayaan.

Widiyanti menuturkan bahwa festival ini bukan hanya pesta visual, tetapi juga ajang ekonomi dan sosial yang menggerakkan banyak sektor.

“Selain dampak ekonomi, saya yakin kegiatan ini juga menjadi bagian diplomasi budaya dan promosi pariwisata berbasis kreativitas. Melalui exposure yang luas pasar seni ITB dapat berkontribusi dapat memperkuat nation branding Indonesia dan memperluas people to people contact di tingkat global," jelasnya. 

Menariknya, dalam kesempatan itu Widiyanti juga membawa kisah pribadi. Ia mengaku tumbuh di keluarga seniman.

Ayahnya, seorang pecinta gamelan dan wayang; ibunya, Kartini Basuki, yang turut hadir, adalah pelukis sekaligus atlet nasional, murid dari maestro S. Sudjojono.

“Bandung punya tempat istimewa di hati Ibu saya. Beliau menghabiskan masa kecil di kota ini, bahkan pernah kuliah di Unpad. Dulu, setiap sore berlari di Stadion Siliwangi,” tuturnya.

Sebagai bentuk penghargaan terhadap momen ini, sang ibu mendonasikan satu lukisan berjudul Sukulen. 

Karya tersebut terinspirasi dari tanaman sukulen yang tumbuh di batang pohon tua, simbol keteguhan hidup di tengah waktu yang terus berjalan.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved