Demo Solidaritas Rusuh

Korban Demo Rusuh di DPRD Jabar Dilarikan ke Unisba, Jumlahnya Membludak

Korban demo aksi solidaritas yang rusuh di Gedung DPRD Jawa Barat, Jumat (29/8/2025) dilarikan ke Universitas Islam Bandung ( Unisba) untuk perawatan

Penulis: Nappisah | Editor: Dedy Herdiana
Tribunjabar.id/Nappisah
DILARIKAN KE UNISBA - Korban demo solidaritas di Gedung DPRD Jawa Barat pada Jumat (29/8/2025) malam dilarikan ke Universitas Islam Bandung (Unisba) untuk mendapatkan perawatan. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Korban demo aksi solidaritas yang rusuh di Gedung DPRD Jawa Barat pada Jumat (29/8/2025) dilarikan ke Universitas Islam Bandung ( Unisba) untuk mendapatkan perawatan. 

Lonjakan korban membuat kampus ini mendirikan posko kesehatan darurat di sekitar lokasi.

Wakil Dekan III Fakultas Kedokteran Unisba, Dr. Fajar Awalia Yulianto, mengatakan, jumlah korban membludak terutama antara pukul 16.00 hingga 18.30 WIB. 

“Sejak sore jumlah korban sangat banyak. Kami melakukan triase darurat untuk memilah kondisi korban, mana yang butuh penanganan cepat, mana yang bisa ditunda, dan mana yang tergolong ringan,” jelasnya, Jumat (29/8/2025) malam. 

Pihaknya menyiapkan dokter, mahasiswa kedokteran, serta tim KSR PMI untuk menangani korban. 

Baca juga: Makin Malam Makin Beringas, Masa Aksi Jebol Pagar Gedung Sate, Hingga Bakar Videotron di Cikapayang

Fasilitas medis dasar, oksigen, ambulans, hingga logistik bagi petugas juga disediakan. 

Bila korban mengalami luka berat dan tak bisa ditangani di posko, mereka langsung dirujuk ke rumah sakit terdekat.

Selain Unisba, lanjutnya, penanganan korban juga didukung pos tambahan dari STAI Sabili dan Unpas. 

Wakil Rektor III Unisba, Dr. Amrullah Hayatudin, menegaskan bahwa posko ini berdiri semata-mata untuk kemanusiaan.

“Dukungan Unisba dalam hal ini saya jalankan sebagai Wakil Rektor III yang berkoordinasi langsung dengan Rektor sebagai pimpinan tertinggi universitas." 

"Fokus kami adalah memberikan layanan kemanusiaan, bukan mendukung aksi anarkis atau hal serupa," tuturnya. 

Faktanya, kata dia, dalam setiap aksi demonstrasi seringkali ada korban, dan demi kemanusiaan mereka harus diselamatkan.

"Karena itu, kami memfasilitasi evakuasi korban dengan melibatkan dokter, mahasiswa kedokteran, serta UKM seperti KSR PMI," imbuhnya. 

Bahkan, kata dia, setelah berkoordinasi dengan Wakil Rektor II, pihaknya juga menyiapkan kebutuhan pertolongan pertama, termasuk oksigen dan ambulans. 

"Jika penanganan di posko terbatas karena keterbatasan alat medis, korban segera dirujuk ke rumah sakit terdekat,” ungkapnya.

 

 

Sumber: Tribun Priangan
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved