Rabu, 6 Mei 2026

Demo Solidaritas Rusuh

Alami Sesak Napas, Puluhan Pedemo di DPRD Jabar Diboyong ke Unisba Pakai Ambulans

Puluhan pedemo di Gedung DPRD Jabar, diboyong ke Kampus Unisba dengan menggunakan ambulans setelah sesak napas hirup gas air mata

Tayang:
Editor: Machmud Mubarok
TribunJabar.id/Hilman Kamaludin
SESAK NAPAS - Sejumlah pedemo mengalami sesak napas dan mendapat pertolongan pertama di Kampus Unisba, Jumat (29/8/2025). Keadaan itu terjadi seteleh pedemo bentrok dengan aparat keamanan dan diaerang gas air mata. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Puluhan pedemo di Gedung DPRD Jabar, diboyong ke Kampus Unisba dengan menggunakan ambulans.

Mereka mayoritas mengalami sesak napas dan kondisi tubuh lemah saat terjadi serangan gas air mata, Jumat (29/8/2025) sore.

Berdasarkan pantauan Tribun Jabar, sejumlah ambulans terus berdatangan membawa para pedemo tersebut dengan sirine menyala.

Kemudian, mereka langsung ditangani petugas medis yang disiapkan pihak Unisba.

Berdasarkan data yang dicatat pihak Unisba hingga pukul 17.30 WIB, total ada 81 pendemo yang diboyong ke Kampus Unisba dengan rincian 54 masyarakat umum dan 27 mahasiswa dengan kondisi sesak napas.

"Pada prinsipnya kita hanya menyediakan pertolongan pertama, nanti ada tim medis yang bisa mengondisikan kondisinya merah, kuning, dan hijau," ujar Wakil Rektor III Unisba, Amrullah Yatudin saat ditemui di lokasi, Jumat (29/8/2025).

Dia mengatakan, untuk korban dengan kondisi merah mengalami sesak napas hingga tersendat-sendat, tetapi pihaknya tidak bisa menurunkan kondisi itu ke kategori kuning atau hijau, sehingga harus dirujuk ke rumah sakit.

Baca juga: Ratusan Ojol se-Priangan Timur Datangi Polres Tasik Kota, Minta Oknum Brimob Dihukum Berat

"Keluhannya sesak napas dan lain sebagainya, jadi kalau 5 menit kondisinya tidak bisa turun, maka kita rujuk. Untuk yang darurat dirujuk ke RSHS dan ada yang terdekat juga ke Rumah Sakit Borromeus," katanya.

Menurutnya, korban yang ditangani di Kampus Unisba tidak hanya mahasiswa, tapi ada juga dari aliansi dan masyarakat, sehingga pihaknya tidak bisa memilah milih untuk melalukan penanganan.

"Apakah mahasiswa atau tidak kalau kondisi darurat ya kita tangani. Petugas sekitar 30 dari beberapa fakultas ada kedokteran, farmasi, relawan medis yang kita siapkan," ucap Amrullah.

Di sisi lain jumlah pedemo yang diboyong ke Unisba tersebut diprediksi masih akan terus bertambah hingga malam hari nanti.

Hingga saat ini mereka masih bertahan melakukan demo di Gedung DPRD Jabar.

Atas hal tersebut, petugas medis di Kampus Unisba akan terus disiagakan hingga malam hari nanti, agar semua pendemo bisa ditangani dengan baik supaya kondisinya pulih. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved