Penculik Bayi di Tasikmalaya Ternyata Seorang Duda Asal Cianjur
Polisi ungkap pelaku penculikan bayi inisial WD (41) asal Cianjur ternyata seorang duda yang sudah dikenali korban
Penulis: Jaenal Abidin | Editor: ferri amiril
Ringkasan Berita:* Polisi ungkap pelaku penculikan bayi inisial WD (41) asal Cianjur ternyata seorang duda yang sudah dikenali korban* Kepala UPTD PPA Dinas Sosial PPKB P3A Kabupaten Tasikmalaya, Carmono menyebut, kondisi bayi saat ini sudah sehat kembali dengan pemantauan tim kesehatan secara intensif
Laporan wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin
TRIBUNPRIANGAN.COM, KABUPATEN TASIKMALAYA - Polisi ungkap pelaku penculikan bayi inisial WD (41) asal Cianjur ternyata seorang duda yang sudah dikenali korban lewat media sosial selama satu tahun.
Hal ini dikatakan Satreskrim Polres Tasikmalaya usai menggelar konferensi pers di gedung pertemuan warga (GPW) Polres Tasikmalaya, Senin (9/2/2026).
Sebelum kejadian, WD (41) diketahui sudah mengenal korban WR (41) lewat media sosial selama satu tahun. Dari perkenalan ini, keduanya kerap berkomunikasi hingga melakukan pertemuan.
Selain itu, pelaku ternyata memanfaatkan perkenalan ini dengan meminta sejumlah uang ke korban. Karena pelaku ini memiliki kemampuan mempengaruhi psikis korban hingga menuruti kemauannya.
Selama perkenalan ini, korban juga sudah beberapa mengirimkan sejumlah uang ke pelaku yang notabennya tidak bekerja.
Baca juga: Pelaku Penculik Bayi Asal Tasikmalaya Berhasil Ditangkap di Cianjur, Motifnya Masih Diselidiki
Meskipun polisi belum membeberkan berapa nilai ekonomis yang didapat pelaku selama mengenal korban. Karena saat ini masih melakukan pendalaman perkara penculikan terlebih dahulu.
"Keduanya ini sudah kenal selama setahun di medsos, dan pelaku punya kemampuan untuk mempengaruhi secara psikis terhadap korban dan pernah bertemu beberapa kali sebelum kejadian penculikan anak korban," ungkap Plt Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya Ipda Agus Yusup Suryana dikonfirmasi TribunPriangan.com,l.
Bahkan, tersangka bisa membuat korban bersalah atau sedih sampai takut, sehingga korban selalu mengikuti apapun kemauan tersangka termasuk secara materi.
"Korban juga sering diminta transfer sejumlah uang oleh tersangka, dan ibu bayi ini selalu menurutinya," jelasnya.
Ditanyai motif penculikan, Ipda Agus mengaku masih didalami karena pelaku belum terbuka terkait aksi yang dilakukannya.
Ia menegaskan motif penculikan berkaitan dengan keinginan pelaku untuk memiliki bayi sekaligus melakukan eksploitasi ekonomi terhadap ibu korban.
"Kalau pemerasan kami belum mendalaminya kesitu, tapi dari keterangan korban bahwa pelaku ini ingin memiliki bayi tersebut dan mengancam jika teriak akan dilempar, jika lapor polisi bayi akan dibuang," pungkasnya.
Namun, dari pengumpulan keterangan pelaku ini sudah tidak memiliki istri alias duda sehingga leluasa melakukan komunikasi dengan korban.
| Pemdes Margaluyu Bakal Pasang Spanduk Larangan Hingga Pengajian Rutin di Jembatan Cirahong |
|
|---|
| Gerakan Perubahan, Remaja Kampung Naga Ikuti Pelatihan Hidup Sehat |
|
|---|
| Detik-detik Percobaan Bunuh Diri di Jembatan Cirahong, Saksi Sebut Pelaku Sempat Ngamuk |
|
|---|
| Polisi Ungkap Penyebab Seorang Pemuda Mau Loncat di Jembatan Cirahong, Sempat Tenggak Miras |
|
|---|
| Pemkab Sumedang Bakal Santuni Ahli Waris dan Tanggung Biaya Pengobatan Korban Terluka Pohon Tumbang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/berike-ye-rangansoalbayipeducilkki.jpg)