Gerakan Perubahan, Remaja Kampung Naga Ikuti Pelatihan Hidup Sehat
Sejumlah remaja Kampung Naga mengikuti kegiatan pemberdayaan perilaku sehat dan kebersihan lingkungan yang digelar oleh Universitas
Penulis: Jaenal Abidin | Editor: ferri amiril
Ringkasan Berita:* Sejumlah remaja Kampung Naga mengikuti kegiatan pemberdayaan perilaku sehat dan kebersihan lingkungan yang digelar oleh Universitas Jenderal Soedirman Magister kesehatan masyarakat, Selasa (2/6/2026)
Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Jaenal Abidin
TRIBUNPRIANGAN.COM, KABUPATEN TASIKMALAYA - Sejumlah remaja Kampung Naga mengikuti kegiatan pemberdayaan perilaku sehat dan kebersihan lingkungan yang digelar oleh Universitas Jenderal Soedirman Magister kesehatan masyarakat, Selasa (2/6/2026).
Adapun untuk kegiatan tersebut berlangsung di Balai Pertemuan Kampung Naga, Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya dengan menghadirkan sejumlah remaja di lingkungan Kampung Naga.
Sejumlah fasilitator pun hadir dalam kegiatan ini yakni Nurendah Agung Permatawati, Yuni Aries Viftiani, dan Doni Juliana dibawah bimbingan Prof. Dr. Dwi Sarwani Sri Rejeki.
"Jadi kegiatan ini memang bertujuan untuk membangun kesadaran remaja melalui pemahaman mendalam atas kondisi lingkungan pada saat ini dan akan menjadi 'titik nol' pergerakan pemberdayaan," ucap Fasilitator kegiatan sekaligus Mahasiswa S2 jurusan Kesehatan Masyarakat Universitas Jendral Soedirman Doni Juliana kepada TribunPriangan.com.
Ia berharap dengan diadakannya kegiatan ini, remaja menjadi lebih aktif peduli kebersihan diri dan lingkungannya.
Baca juga: Warga Cihonje Keluhkan Bau Pembuangan Limbah Dapur MBG di Kawalu Tasikmalaya
"Kami bekali juga dengan buku saku berbahasa sunda, untuk sumber informasi mereka dalam melakukan edukasi kepada teman sebayanya," kata pria yang bertugas sebagai tenaga kesehatan di Puskesmas Bojonggambir Kabupaten Tasikmalaya ini.
Ia menambahkan, bahwa remaja yang dilibatkan di Kampung Naga sebagai agen perubahan lingkungan bukan sekadar upaya teknis, melainkan strategi yang penting untuk menjaga ketahanan budaya dan ekologi wilayah adat.
"Program yang dilakukan memposisikan remaja bukan sebagai objek edukasi, melainkan sebagai subjek peneliti dan pengambil keputusan yang memiliki tanggung jawab moral sebagai "Penjaga Lembah" untuk memastikan kelestarian Hutan Tutupan dan kejernihan Sungai Ciwulan," jelasnya.
Senada dikatakan peserta kegiatan asal Kampung Naga, Kayla mengatakan, bahwa permasalahan buang sampah masih menjadi pekerjaan rumah dan bisa berdampak terhadap kesehatan hingga banjir.
"Permasalahan Buang Sampah Sembarangan memang menjadi permasalahan kesehatan utama karena bisa menyebabkan bau, hingga banjir," ucap Kayla.(*)
| Detik-detik Percobaan Bunuh Diri di Jembatan Cirahong, Saksi Sebut Pelaku Sempat Ngamuk |
|
|---|
| Polisi Ungkap Penyebab Seorang Pemuda Mau Loncat di Jembatan Cirahong, Sempat Tenggak Miras |
|
|---|
| Dua Pemuda Asal Sukarame Tasikmalaya Nekat Nyolong Motor Temannya |
|
|---|
| Ada Arak Bali di Rumah Warga Karangnunggal, Satpol PP Tasikmalaya Operasi |
|
|---|
| Kejari Tasikmalaya Musnahkan Sabu, Ribuan Obat Terlarang hingga Terigu Oplosan Bermerek Terkenal |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/pemberdayaanremajakampungnagagagagaga.jpg)