Jerat Manis di Balik Layar Admin: Kisah Oki Asal Tasik Terjebak di Kamboja
Oki Warisman (39), pria asal Kelurahan Panyingkiran, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, beberkan kronologinya eksklusif kepada TribunPriangan.com
Penulis: Aldi M Perdana | Editor: Dedy Herdiana
Lebih mengejutkan lagi, terdapat nilai deposit sebesar 1.900 USD yang tercantum dalam kontrak.
"Setiap bulan gaji kami dipotong 200 USD untuk membayar deposit itu selama setahun," jelas Oki.
Meski dijanjikan bonus sebesar Rp32 juta (atau sekitar 2.000 USD) jika berhasil menyelesaikan kontrak satu tahun, namun paspor mereka ditahan oleh pihak perusahaan sejak awal kedatangan.
Kini, Oki sudah memasuki bulan ketiga bekerja di sana.
Di balik layar komputer gedung tinggi di Poipet, ia dan rekan-rekannya bertahan di tengah jeratan utang deposit dan kerinduan akan rumah, menyadari bahwa janji "admin" yang dulu terdengar indah, kini menjadi belenggu di negeri orang. (*)
Berikut rekaman video wawancara TribunPriangan.com dengan Oki Warisman:
| Faktor Ekonomi Jadi Motif Pelaku Lakukan Pencurian Hingga Melukai 2 Orang di Cisayong Tasikmalaya |
|
|---|
| Puluhan Personel Gardu Induk PLN Ikuti Simulasi Kebakaran Hingga Ancaman Bom di GITET Tasikmalaya |
|
|---|
| Kejari Tasikmalaya Musnahkan Sabu, Ribuan Obat Terlarang hingga Terigu Oplosan Bermerek Terkenal |
|
|---|
| Pencuri Bersenjata Golok di Tasikmalaya Ditangkap, 2 Warga Terluka Saat Memergoki Pelaku |
|
|---|
| Wali Kota Tasikmalaya Pastikan Kesiapan Jemaah Haji Menjelang Puncak Armuzna |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/WAWANCARA-KORBAN-TPPO-di-Kamboja-Oki-Warisman-39-asal-Kota-Tasikmalaya-25122025-1.jpg)