Kamis, 28 Mei 2026

Jerat Manis di Balik Layar Admin: Kisah Oki Asal Tasik Terjebak di Kamboja

Oki Warisman (39), pria asal Kelurahan Panyingkiran, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, beberkan kronologinya eksklusif kepada TribunPriangan.com

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Aldi M Perdana | Editor: Dedy Herdiana
TribunPriangan.com/Aldi M Perdana
WAWANCARA KORBAN TPPO - Korban TPPO yang saat ini masih berada di Kamboja, Oki Warisman (39) asal Kota Tasikmalaya, Jawa Barat saat dihubungi oleh TribunPriangan.com pada Kamis (25/12/2025). 

Ia diminta membawa setidaknya tiga orang. Akhirnya, Oki mengajak adik iparnya, Dika, dan seorang teman sekampungnya bernama Agam.

Mereka bertiga menyusul rekan-rekan lain dari Tasikmalaya yang sudah lebih dulu berangkat pada September 2025.

Perjalanan Menuju Poipet

Proses administrasi berlangsung cepat. Akhir September, paspor mereka dibuat di kawasan Tanjung Priok.

Pada 6 Oktober 2025, perjalanan dimulai dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Kuala Lumpur untuk transit satu malam, sebelum akhirnya mendarat di Siem Reap, Kamboja, keesokan harinya.

Kebingungan sempat melanda saat mereka menginjakkan kaki di bumi Kamboja.

Sang teman yang menjanjikan pekerjaan tidak muncul menjemput karena jarak tempat kerja yang mencapai 8 jam perjalanan dari bandara.

Sebagai gantinya, seorang pengemudi taksi daring yang sudah memegang foto mereka bertiga datang menjemput.

"Foto itu yang jadi tanda, kami disuruh selfie bertiga sebelum berangkat untuk identitas penjemput," ujar Oki.

Setelah perjalanan darat yang melelahkan, mereka tiba di Poipet, sebuah kota perbatasan di Kamboja yang dikenal sebagai pusat kegiatan industri digital dan kasino.

Kontrak dan Jebakan Deposit

Tiba di lokasi, realita mulai terkuak. Mereka ditempatkan di sebuah gedung tinggi yang berfungsi ganda sebagai tempat kerja dan tempat tinggal.

Lantai 4 ke bawah merupakan kamar-kamar tidur, sementara lantai 5 hingga 7 adalah ruang operasional kerja.

Pada 9 Oktober 2025, Oki menandatangani kontrak kerja selama satu tahun. Di sinilah sistem utang mulai menjerat.

Oki baru mengetahui bahwa biaya pembuatan paspor sebesar 600 USD akan dipotong dari gajinya selama dua bulan pertama.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved