Minggu, 10 Mei 2026

Idul Adha 1447 H

Hukum Puasa Arafah dan Tarwiyah Bagi yang Masih Punya Utang Puasa Ramadan

Berikut ini terdapat penjelasan tentang Hukum Puasa Arafah dan Tarwiyah bagi yang masih punya utang Puasa Ramadan

Tayang:
Grid.id
HUKUM PUASA ARAFAH - Hukum Puasa Arafah dan Tarwiyah bagi yang masih punya utang Puasa Ramadan. Ilustrasi niat puasa (Grid.id) 

Mengenai perkara mengamalkan puasa sunnah sebelum melunasi utang puasa Ramadan masih diperselisihkan di kalangan ulama. Sebagian ulama membolehkannya sementara sebagian lainnya mengharamkannya karena dianggap memulai yang wajib daripada sunnah lebih utama.

Syeikh Muhammad bin Sholih al Utsaimin berpendapat, bila didasarkan dengan syariat, memang sudah seyogianya amalan wajib seperti puasa Qadha Ramadan didahulukan dibandingkan dengan puasa sunnah. Sebab, muslim dapat berdosa bila utang puasa wajib tidak dikerjakan sementara amalan sunnah hanya berupa anjuran.

"Atas dasar itulah maka kami katakan bagi siapa saja yang masih mempunyai utang puasa Ramadan, 'Lunasilah hutang anda sebelum anda mengerjakan yang sunnah,'" terang Syeikh Muhammad dalam Majmu' Fatawa Ibnu Utsaimin yang diterjemahkan dari laman Islam Q&A.

Meski demikian, Syeikh Muhammad menambahkan, puasa sunnah atau puasa Arafah yang diamalkan sebelum utang puasa Ramadan lunas masih tetap sah selama waktu pelunasan utang Ramadan masih lama. Maksudnya, masa pelunasan utang masih berlanjut sampai Ramadan berikutnya.

"Salat wajib misalnya, jika seseorang melaksanakan salat sunnah sebelum salat wajib dengan waktu yang masih leluasa, maka boleh-boleh saja," jelas dia.

Selain itu, Syeikh Muhammad mengatakan, ada kesempatan bagi muslim untuk mendapatkan dua pahala bila berniat untuk melakukan puasa Qadha Ramadan pada hari Arafah. Hal ini berlaku karena puasa sunnah Arafah adalah puasa mutlak yang tidak berkaitan dengan puasa Ramadan.

"Jika dia berniat pada hari itu untuk puasa Qadha Ramadan maka dia akan mendapatkan dua pahala; pahala hari Arafah atau hari Asyura dan pahala puasa Qadha, hal ini jika puasa sunnahnya tersebut adalah puasa muthlak tidak ada kaitannya dengan Ramadan," beber Syeikh Muhammad.

Senada dengan itu, Ustaz Adi Hidayat, juga berpendapat bahwa muslim bisa memperoleh dua pahala dalam satu kali puasa sekaligus. Utamanya, bila puasa tersebut diamalkan dengan niat menunaikan utang puasa Qadha Ramadan namun berkeinginan kuat untuk mengamalkan puasa Arafah secara bersamaan.

"Kalau pun niatnya menunaikan puasa wajib, tapi punya keinginan kuat untuk puasa Arafah dan tak mampu melakukannya karena alasan yang dibenarkan syar'i, maka berpeluang juga dapat pahala dari puasa Arafah," ujar Ustaz Adi Hidayat.

Meski demikian, Ustaz Adi Hidayat tetap menekankan pentingnya untuk melakukan puasa Qadha Ramadan terlebih dahulu karena bersifat wajib. Jadi, kata dia, lebih utama untuk mendahulukan puasa Qadha Ramadan.

Wallahu'alam.

(*)

Baca artikel TribunPriangan.com lainnya di Google News

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved