Sabtu, 18 April 2026

Ramadan 2026

Wargi Priangan Utang Puasa Masih Banyak, tapi Ramadan Baru Hampir Sampai, Boleh Ikutkah?

Wargi Priangan Utang Puasa Masih Banyak, Tapi Ramadan Baru Hampir Sampai, Boleh Ikutkah?

|
TribunPriangan.com
KALENDER PUASA 2026-Wargi Priangan Utang Puasa Masih Banyak, Tapi Ramadan Baru Hampir Sampai, Boleh Ikutkah?. (Kolase TribunPriangan.com/ Lulu Aulia Lisaholith) 

Ringkasan Berita:
  • Berdasarkan Kalender Islam Hijriah 1447 H/2026 M yang diterbitkan Kemenag, awal puasa 1 Ramadhan 2026 diperkirakan jatuh pada Rabu/ Kamis, 19 Februari 2026.
  • Puasa Ramadhan memiliki kedudukan yang sangat penting dalam ajaran Islam. 
  • Amalan ini merupakan amalan wajib bagi setiap umat Muslim. Kewajiban ini ditegaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 183.
  • Mayoritas ulama sepakat bahwa utang puasa Ramadan wajib dilunasi sebelum datangnya Ramadan berikutnya.

TRIBUNPRIANGAN.COM - Ramadan 1447 H, tinggal menghitung beberapa hari ke depan lagi.

Berdasarkan Kalender Islam Hijriah 1447 H/2026 M yang diterbitkan Kemenag, awal puasa 1 Ramadan 2026 diperkirakan jatuh pada Rabu/ Kamis, 19 Februari 2026.

Salah satunya adalah dengan menyelesaikan utang puasa.

Puasa Ramadan memiliki kedudukan yang sangat penting dalam ajaran Islam. 

Amalan ini merupakan amalan wajib bagi setiap umat Muslim. Kewajiban ini ditegaskan dalam Surah Al-Baqarah ayat 183:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Arab latin: Yā ayyuhal-lażīna āmanū kutiba 'alaikumuṣ-ṣiyāmu kamā kutiba 'alal-lażīna min qablikum la'allakum tattaqūn(a).

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.

Baca juga: 5 Tempat Munggahan di Tasikmalaya Berkonsep Rumah Makan Sunda, Bisa Ajak Keluarga Makan Enak

Namun, pertanyaan yang sering muncul menjelang Ramadan adalah, bagaimana jika utang puasa tahun sebelumnya belum lunas? Apakah tetap boleh menjalankan puasa Ramadan?

Hukum Ikut Puasa Ramadan, Namun Utang Puasa Lunas Belum Lunas

Mayoritas ulama sepakat bahwa utang puasa Ramadan wajib dilunasi sebelum datangnya Ramadan berikutnya.

Hal ini didasarkan pada Surah Al-Baqarah ayat 185:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗوَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗيُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖوَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ

Arab latin: Syahru ramaḍānal-lażī unzila fīhil-qur'ānu hudal lin-nāsi wa bayyinātim minal-hudā wal-furqān(i), faman syahida minkumusy-syahra falyaṣumh(u) wa man kāna marīḍan au 'alā safarin fa 'iddatum min ayyāmin ukhar(a), yurīdullāhu bikumul-yusra wa lā yurīdu bikumul-'usr(a), wa litukmilul-'iddata wa litukabbirullāha 'alā mā hadākum wa la'allakum tasykurūn(a).

Artinya: Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved