Jumat, 10 April 2026

Pungli Jadi Tradisi di Pantai Selatan, Begini Penilaian GGW

Garut Governance Watch (GGW) menyoroti maraknya praktik pungutan liar (pungli) di kawasan wisata pantai selatan Garut

|
Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: ferri amiril
TribunPriangan.com/Sidqi Al Ghifari
PUNGLI PANTAI GARUT - Objek wisata pantai selatan Kabupaten Garut, Jawa Barat kembali menyita perhatian publik setelah viral aksi pungutan liar atau pungli yang menyasar wisatawan. 

Ringkasan Berita:* Garut Governance Watch (GGW) menyoroti maraknya praktik pungutan liar (pungli) di kawasan wisata pantai selatan Garut yang dinilai sudah berlangsung lama dan terkesan dibiarkan

 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Garut, Sidqi Al Ghifari 


TRIBUNPRIANGAN.COM, GARUT - Garut Governance Watch (GGW) menyoroti maraknya praktik pungutan liar (pungli) di kawasan wisata pantai selatan Garut yang dinilai sudah berlangsung lama dan terkesan dibiarkan. 

Fenomena ini bahkan disebut bukan lagi kasus tahunan, melainkan telah berkembang menjadi praktik yang terstruktur yang diduga dilakukan di hari-hari biasa.

Ketua Dewan Etik GGW Garut Agus Sugandhi menilai kondisi tersebut tidak lepas dari lemahnya pengawasan dan dugaan keterlibatan pihak terkait, khususnya di lingkungan Dinas Pariwisata.

Ia menyebut adanya indikasi pembiaran yang membuat praktik pungli terus berulang tanpa penanganan serius.

"Ini sudah masuk kategori korupsi struktural. Kami melihat ada dugaan pembiaran, bahkan kemungkinan adanya pihak-pihak yang dijadikan proksi untuk menarik pungutan," ujarnya saat dihubungi Tribun, Sabtu (28/3/2026).

Baca juga: Pungli Merajalela Lagi di Pantai Selatan Garut, Pemda: Rekam Wajahnya dan Viralkan!

Ia menuturkan bahwa proksi atau pihak perantara yang digunakan untuk mewakili atau menjalankan praktik seperti pungutan liar diduga berperan dalam pelaksanaan di lapangan sekaligus menyetorkan sejumlah hasilnya.

Menurutnya, ada dugaan bahwa oknum dari dinas pariwisata membentuk pihak-pihak perantara tersebut untuk membiarkan praktik itu terjadi.

"Diduga dan dimungkinkan untuk mendapatkan setoran setoran dari proksinya itu," ungkapnya.

Agus menjelaskan, hingga saat ini belum terlihat langkah konkret dari Inspektorat untuk melakukan penyelidikan mendalam terhadap persoalan tersebut. 

Padahal, potensi kunjungan wisatawan ke pantai selatan Garut terus meningkat, seiring bertambahnya fasilitas penunjang seperti hotel dan tempat wisata.

Menurutnya, jika kondisi ini terus dibiarkan, praktik pungli akan semakin mengakar dan menjadi semacam tradisi yang merugikan masyarakat serta mencoreng citra pariwisata Garut.

"Ini sudah masuk ke korupsi sosial dan cenderung dibiarkan, inspektorat harus turun atau Polres Garut dulu lah yang turun," ucapnya.

Tribun telah mengonfirmasi kepada Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, terkait polemik dan dugaan pembiaran aktivitas pungli, khususnya di kawasan pantai selatan.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved