Kamis, 4 Juni 2026

Perkenalan ZAAQ dengan YA, 3 Tahun Hidup Penuh Tekanan hingga Berujung Rajapati

Duka mendalam masih terasa di rumah keluarga ZAAQ (14), warga Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Tayang:
Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Dedy Herdiana
TribunJabar.id/Sidqi Al Ghifari
KAKEK KORBAN - Undang (52) kakek ZAAQ (14) siswa SMPN Bandung, korban pembunuhan sadis yang jasadnya ditemukan di eks Tempat Wisata Kampung Gajah, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Foto direkam saat diwawancarai di kediaman korban di Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Senin (16/2/2026) petang. 

Ringkasan Berita:
  • Remaja 14 tahun asal Garut ditemukan tewas di eks Kampung Gajah, diduga dibunuh dua rekannya usai hilang sepekan.
  • Keluarga menyebut korban lama mengalami perundungan dan penganiayaan oleh salah satu pelaku.
  • Polisi tangkap YA dan APM; motif sakit hati, terancam hukuman berat hingga penjara seumur hidup.

 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNPRIANGAN.COM, GARUT - Duka mendalam masih terasa di rumah keluarga ZAAQ (14), warga Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Remaja yang dikenal ramah itu diduga menjadi korban rajapati atau pembunuhan yang dilakukan dua rekannya sendiri, berinisial YA (16) dan APM (17), di area bekas objek wisata Kampung Gajah, Kabupaten Bandung Barat.

Setelah sempat dinyatakan hilang selama sepekan, jasad ZAAQ akhirnya ditemukan pada Jumat (13/2/2026).

Kakek korban, Undang (52) mengatakan bahwa cucunya itu sudah tiga tahun hidup dalam tekanan yang dilakukan oleh pelaku YA.

"Korban ini pindah sekolah di kelas lima dan enam karena ibunya meninggal, jadi di sini tinggal bersama kami di Garut," ujarnya saat ditemui Tribunjabar.id di kediamannya, Senin (16/2/2026) petang.

Baca juga: Malangnya ZAAQ Siswa SMPN Bandung Dibunuh Teman Sendiri, Keluarga Sudah Curiga Sejak Awal

Ia menuturkan, sejak saat itu memang ada sejumlah kejadian yang dialami oleh korban, dari mulai pemalakan hingga penganiayaan.

ZAAQ diketahui dianiaya oleh YA hingga menyebabkan korban mengalami luka di bagian mata.

"Saya bujuk akhirnya terungkap semua, bahwa dia mengalami penderitaan selama kenal dengan pelaku," ungkapnya.

Dari peristiwa itu, keluarga korban akhirnya memutuskan untuk kembali membawa korban ke Bandung dengan mendaftarkan ke SMPN di Bandung.

Langkah itu dilakukan untuk menghindar dari pelaku yang memang selama ini terus menerus membuntuti korban.

"Kami kira dipindahkan ke Bandung itu akan aman, tapi ternyata pelaku ini katanya sering datang ke Bandung menemui korban," ucapnya.

Menurut keluarga, korban sudah memenuhi banyak permintaan pelaku, namun justru dibunuh secara kejam dengan delapan tusukan.

Undang kemudian berbicara banyak tentang hal-hal yang menimpa ZAAQ hingga akhir hayatnya.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved