Selasa, 12 Mei 2026

Ratusan Ojol Datangi Polsek Cibatu Usai Driver Diduga Dianiaya Opang

Seratusan pengemudi ojol datangi kantor polisi sektor (Polsek) Cibatu menyusul adanya dugaan seorang driver mengalami penganiayaan oleh opang

Tayang:
Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Dedy Herdiana
TribunJabar.id/Sidqi Al Ghifari
PENGANIAYAAN OJOL - Seorang pengemudi ojek online (ojol) diduga mengalami penganiayaan oleh ojek pangkalan (opang) di Stasiun Cibatu. Ratusan pengemudi ojol datangi kantor Polsek Cibatu, Sabtu (24/1/2026). 

Ringkasan Berita:

 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari 

TRIBUNPRIANGAN.COM, GARUT - Seratusan pengemudi ojek online ( ojol) datangi kantor polisi sektor (Polsek) Cibatu menyusul adanya dugaan seorang driver mengalami penganiayaan oleh ojek pangkalan (opang).

Peristiwa dugaan penganiayaan tersebut terjadi di kawasan Stasiun Cibatu, Kecamatan Cibatu Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2025) siang.

Ketua Yayasan Drivel Ojol Garut Maki mengatakan dalam peristiwa tersebut, terjadi kesalahpahaman antara pengemudi ojek online (ojol) dan ojek pangkalan (opang) di kawasan Stasiun Cibatu.

"Jadi ada seorang rekan kita melakukan penarikan ke Cibatu. Dari Cibatu itu aplikasinya lupa dimatikan, kemudian masuk orderan," ujarnya kepada awak media di Polsek Cibatu, Sabtu petang.

Baca juga: Ngaku Polisi dan Todongkan "Pistol" ke Driver Ojol, Pasutri Siri di Jatinangor Sumedang Diringkus

Ia menuturkan, pengemudi ojol tersebut sempat berniat memberitahukan kepada konsumennya agar membatalkan pesanan.

Namun sebelum hal itu disampaikan, konsumen sudah terlanjur naik ke sepeda motor milik korban.

Situasi kemudian memanas ketika korban diinterogasi oleh sejumlah pengemudi ojek pangkalan di lokasi, hingga berujung pada kesalahpahaman yang berakhir penganiayaan.

Maki menjelaskan akibat insiden itu, korban diketahui mengalami pengeroyokan hingga mengakibatkan luka-luka.

"Alhamdulillah sekarang sudah dibawa ke rumah sakit, sudah divisum, dan kami juga sudah membuat laporan ke Polres," ungkapnya.

Ia menyayangkan atas terjadinya peristiwa tersebut dan berharap ke depan terjalin sinergi antara pengemudi ojek online dan ojek pangkalan.

Menurutnya, baik ojol maupun opang sama-sama mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

"Jika pun dari opang ingin seperti ojol, silahkan kita bantu asalkan SIM ada surat-surat kumplit dan tahunnya juga baru agar bisa dipakai narik," katanya.

Baca juga: Ribuan Driver Ojol di Bandung Raya Deklarasi Jaga Keamanan dan Kondusifitas Bandung Raya

Kapolsek Cibatu AKP Amirudin Latif membenarkan bahwa pihaknya telah menerima kedatangan komunitas pengemudi ojek online terkait insiden dugaan penganiayaan yang terjadi di kawasan Stasiun Cibatu

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved