Selasa, 5 Mei 2026

Warga Garut yang Viral Videonya karena Kritik Jalan Rusak Ternyata Juga Dilaporkan ke Polisi

Holis Muhlisin (31) tiba-tiba menjadi sorotan publik setelah sebuah video yang memperlihatkan dirinya mendapat tekanan

Tayang:
Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: ferri amiril
TribunPriangan.com/istimewa
KRONOLOGI - Kronologi Warga Desa Panggalih Garut Diintimidasi Keluarga Kades, Gara-gara Posting Jalan Rusak 

Ringkasan Berita:* Warga Garut yang viral videonya karena jalan rusak diintimidasi keluarga dekat kades
* Selain diintimidasi ternyata ia juga dilaporkan ke polisi atas pencemaran nama baik
* Gubernur Jabar minta aparat desa lapang dalam menerima kritik

 

Laporan Kontributor TribunPriangan.com Garut, Sidqi Al Ghifari 


TRIBUNPRIANGAN.COM, GARUT - Holis Muhlisin (31) tiba-tiba menjadi sorotan publik setelah sebuah video yang memperlihatkan dirinya mendapat tekanan dari keluarga kepala desa beredar luas di media sosial.

Peristiwa itu dipicu aktivitas Holis yang kerap membagikan kondisi infrastruktur jalan rusak di wilayah tempat tinggalnya.

Holis diketahui merupakan warga Kampung Babakangadoh RT01 RW06, Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Rekaman video dugaan intimidasi tersebut diunggah langsung melalui akun Facebook pribadinya dan viral, dengan jumlah penayangan menembus lebih dari satu juta kali.

Dalam tayangan video itu, Holis tampak menerima perlakuan tidak menyenangkan berupa makian dari sejumlah anggota keluarga kepala desa. Bahkan, terdengar beberapa ucapan bernada penghinaan yang diarahkan kepadanya.

Baca juga: Kronologi Warga Desa Panggalih Garut Diintimidasi Keluarga Kades, Gara-gara Posting Jalan Rusak

Saat dihubungi Tribun, Holis menyebut bahwa dirinya tak hanya mendapatkan intimidasi, namun juga dilaporkan ke polisi atas dugaan pencemaran nama baik.

"Saya sudah coba konfirmasi ke Polsek, betul katanya saya dilaporkan oleh keluarga kepala desa, atas pencemaran nama baik," ujarnya melalui sambungan telpon, Sabtu (3/1/2025).

Ia menuturkan, hingga kini laporan yang disampaikannya belum menunjukkan perkembangan yang jelas. 

Bahkan, dirinya mengaku belum pernah dipanggil maupun dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.

"Kata polisi bakal diriungkeun (musyawarah) tapi sampai sekarang tidak pernah," ucapnya.

Holis mengaku kesehariannya merupakan seorang pedagang telur keliling yang setiap hari berkeliling dari kampung ke kampung. 

Dalam aktivitasnya tersebut, ia kerap melintasi berbagai ruas jalan yang kondisinya rusak, berlubang, dan sulit dilalui.

Ia menuturkan, kondisi jalan yang memprihatinkan itu tidak jarang menyulitkan dirinya saat berdagang, bahkan berisiko merusak kendaraan.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved