Program Polwan Bhabinkamtibmas Mengajar Jadi Jembatan Kedekatan Polisi dan Anak-anak di Ciamis
Setiap dua minggu sekali di hari Minggu, usai menjalankan tugas patroli mojang dan menjaga keamanan masyarakat
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: ferri amiril
Perlahan namun pasti, tembok ketakutan yang dirasakan anak-anak itu mulai runtuh.
Anak-anak yang semula enggan mendekat kini justru menjadi pihak yang paling tidak sabar menunggu kedatangan mereka.
"Kadang kami masih patroli, tapi anak-anak sudah datang duluan ke lokasi. Mereka bertanya, 'Ibu Polwannya mana?' Bahkan ada yang pulang dulu lalu datang lagi karena tidak sabar menunggu kami," tutur Dini sambil tersenyum.
Bagi mereka, program ini ternyata bukan hanya tentang mengajar anak-anak.
Mereka mengaku justru banyak belajar tentang kesabaran, komunikasi, dan cara memahami dunia anak-anak.
"Kalau mengajari anak sendiri mungkin berbeda. Tapi ketika mengajar anak-anak lain, kami harus benar-benar belajar bagaimana bersikap lembut, sabar, dan membuat mereka nyaman. Ternyata menjadi guru itu tidak mudah," katanya.
Kegiatan belajar biasanya dilakukan di gazebo sederhana karena kondisi bangunan yayasan yang masih memiliki banyak keterbatasan.
Sejumlah bagian atap bangunan tampak mengalami kerusakan dan bocor saat hujan turun.
Beberapa kusen juga terlihat lapuk dimakan usia, sementara ruang belajar yang tersedia sangat sederhana dibandingkan fasilitas pendidikan pada umumnya.
Gazebo sederhana di salah satu sudut yayasan itu menjadi saksi kegiatan belajar setiap akhir pekan.
Namun di tengah keterbatasan tersebut, tawa dan semangat belajar anak-anak tetap terdengar riang.
Keterbatasan itu juga tidak pernah mengurangi semangat belajar anak-anak maupun para Polwan.
Menariknya, sebagian besar perlengkapan belajar pada awal program berasal dari uang pribadi para Polwan.
Mereka patungan membeli buku gambar, alat mewarnai, pensil, penghapus, dan berbagai kebutuhan belajar lainnya agar anak-anak memiliki fasilitas yang memadai selama mengikuti kegiatan.
"Awalnya kami membeli sendiri perlengkapan belajar. Yang penting anak-anak bisa belajar dengan nyaman dan senang," ungkap Dini.
| Aksi Mahasiswa Ciamis Curi Perhatian, Naik Panggung dan Beri Hadiah Lukisan untuk Bupati Herdiat |
|
|---|
| PPDI Ciamis soal Hadiah Sri Baduga Belum Cair: Jangan Terlalu Berharap Tinggi |
|
|---|
| Puluhan Pelajar Kabupaten Tasikmalaya Ikuti Lomba 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat |
|
|---|
| Tak Sekadar Konser, Harmoni Tanpa Batas Jadi Panggung WBP Lapas Ciamis yang Dimeriahkan Setia Band |
|
|---|
| Bupati Herdiat Singgung Sosok yang Paling Ditunggu Penonton di Festival Harmoni Tanpa Batas Ciamis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/polwanmengajarjarjarjarjajra.jpg)