Program Polwan Bhabinkamtibmas Mengajar Jadi Jembatan Kedekatan Polisi dan Anak-anak di Ciamis
Setiap dua minggu sekali di hari Minggu, usai menjalankan tugas patroli mojang dan menjaga keamanan masyarakat
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: ferri amiril
Ringkasan Berita:* Selama enam bulan terakhir, para Bhabinkamtibmas tersebut rutin menyisihkan waktu di tengah kesibukan tugas kepolisian untuk mengajar anak-anak melalui Program Polwan Bhabinkamtibmas Mengajar di Yayasan Sabilul Marhamah* Kegiatan belajar biasanya dilakukan di gazebo sederhana karena kondisi bangunan yayasan yang masih memiliki banyak keterbatasan
Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Setiap dua minggu sekali di hari Minggu, usai menjalankan tugas patroli mojang dan menjaga keamanan masyarakat, dua polisi wanita (Polwan) dan satu polisi dari Polres Ciamis tidak langsung pulang atau beristirahat.
Mereka justru melanjutkan perjalanan menuju sebuah yayasan sederhana di Kelurahan Maleber, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Di tempat itulah seragam cokelat yang biasanya identik dengan penegakan hukum berubah menjadi simbol kasih sayang, pendidikan, dan harapan bagi belasan anak usia dini.
Mereka adalah Brigadir Dini Fuzi Lestary (Bhabinkamtibmas Desa Mekarjadi), Brigadir Meti Dwi Meirisa (Bhabinkamtibmas Desa Pusakanagara), dan Briptu M. Agni (Bhabinkamtibmas Kelurahan Maleber).
Selama enam bulan terakhir, para Bhabinkamtibmas tersebut rutin menyisihkan waktu di tengah kesibukan tugas kepolisian untuk mengajar anak-anak melalui Program Polwan Bhabinkamtibmas Mengajar di Yayasan Sabilul Marhamah.
Baca juga: Aksi Mahasiswa Ciamis Curi Perhatian, Naik Panggung dan Beri Hadiah Lukisan untuk Bupati Herdiat
Program ini bermula dari sebuah gagasan Kapolda Jawa Barat, Irjel Pol. Dr. Rudi Setiawan S.I.K., S.H., M.H yang harus mengedepankan kinerja Polwan salah satunya dengan Patroli Mojang.
Kemudian dari program tersebut lahir inovasi pelayanan kepolisian dari para Bhabinkamtibmas yakni Polwan Bhabinkamtibmas Mengajar, menghadirkan sosok polisi yang lebih dekat dengan masyarakat sejak usia dini.
Namun, dalam menjalankan program tersebut tidak selalu mudah.
Saat pertama kali datang ke lokasi, yang mereka temui bukanlah anak-anak yang antusias menyambut.
Sebaliknya, banyak anak yang memilih menjauh, bersembunyi di belakang orang tuanya, bahkan menangis ketika melihat seragam polisi.
"Awalnya banyak yang takut. Mungkin karena sering ditakut-takuti, kalau nakal nanti ditangkap polisi atau dimasukkan ke penjara. Jadi ketika kami datang, mereka langsung menjauh," ujar Brigadir Dini Fuzi Lestary kepada Tribun saat ditemui di Polsek Ciamis, Rabu (17/6/2026).
Alih-alih menyerah, para Polwan memilih pendekatan yang berbeda.
Mereka tidak datang membawa kesan formal layaknya guru di ruang kelas. Mereka mengajak anak-anak bermain, bercerita, menggambar, mewarnai, hingga mengenalkan huruf dan angka dengan cara yang menyenangkan.
| Aksi Mahasiswa Ciamis Curi Perhatian, Naik Panggung dan Beri Hadiah Lukisan untuk Bupati Herdiat |
|
|---|
| PPDI Ciamis soal Hadiah Sri Baduga Belum Cair: Jangan Terlalu Berharap Tinggi |
|
|---|
| Puluhan Pelajar Kabupaten Tasikmalaya Ikuti Lomba 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat |
|
|---|
| Tak Sekadar Konser, Harmoni Tanpa Batas Jadi Panggung WBP Lapas Ciamis yang Dimeriahkan Setia Band |
|
|---|
| Bupati Herdiat Singgung Sosok yang Paling Ditunggu Penonton di Festival Harmoni Tanpa Batas Ciamis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/polwanmengajarjarjarjarjajra.jpg)