Selasa, 5 Mei 2026

Warga Kubangpari Ciamis Bergotong Royong Bersihkan Sisa Banjir

Suasana Dusun Kubangpari, Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Selasa (17/2/2026), masih dipenuhi jejak banjir

Tayang:
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: ferri amiril
TribunPriangan.com/Ai Sani Nuraini
SISA BANJIR - Suasana pasca banjir di Dusun Kubangpari, Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, warga berjibaku membersihkan area rumah yang dipenuhi lumpur sisa banjir, Selasa (17/2/2026) 

Ringkasan Berita:* Suasana Dusun Kubangpari, Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Selasa (17/2/2026), masih dipenuhi jejak banjir

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Suasana Dusun Kubangpari, Desa Bangunsari, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Selasa (17/2/2026), masih dipenuhi jejak banjir

Genangan air di halaman rumah, kebun warga, dan jalanan kampung masih menggenang sebatas mata kaki orang dewasa.

Lumpur cokelat pekat menempel di dinding dan halaman rumah warga yang cukup tebal.

Perabotan rumah tangga dijemur di halaman, sementara warga bergantian menyiram lantai dengan air seadanya.

Sebagian warga terlihat menggunakan sekop dan cangkul untuk mengeruk lumpur yang mengendap di dalam rumah hingga halaman.

Baca juga: Imlek 2577 di Ciamis, dari Doa di Kelenteng Hok Tek Bio hingga Pesan Kerukunan Jelang Ramadan

Warga lainnya juga nampak sibuk mengepel bagian rumah mereka yang sudah dibersihkan air seadanya lebih dulu.

Anak-anak membantu memindahkan barang ke tempat yang lebih kering. 

Aroma tanah basah bercampur sisa genangan masih terasa menyengat.

Di salah satu rumah, Sunardi (45) tampak sibuk membersihkan area gazebo depan rumah yang dipenuhi lumpur. 

Dengan kaus sederhana dan celana digulung hingga lutut, ia berulang kali menyiram lantai sambil bolak-balik mengambil air menggunakan ember hitam.

“Masuk semua lumpurnya. Kalau enggak dibersihin kasihan, enggak bisa ditempati,” ujarnya.

Menurut Sunardi, banjir kali ini terjadi akibat tanggul Sungai Citalahab yang jebol. Debit air yang besar membuat tanggul tak mampu menahan arus saat hujan deras terjadi kemarin sore.

“Yang kemarin itu tiba-tiba datang air. Tanggulnya kecil, airnya mentok terus jebol. Enggak bisa menampung, akhirnya masuk ke kampung,” katanya.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved