Jumat, 15 Mei 2026

Dorong Kinerja TP Posyandu dan Digitalisasi, Dua Desa di Baregbeg Terima Bantuan Laptop dan Printer

Upaya penguatan layanan Posyandu sekaligus mendorong percepatan digitalisasi desa terus dilakukan di Kabupaten Ciamis

Tayang:
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: ferri amiril
TribunPriangan.com/Ai Sani Nuraini
BERI BANTUAN - Anggota DPRD Kabupaten Ciamis Asep Rahmat memberikan bantuan satu unit laptop dan printer untuk mendukung kinerja Tim Pembina (TP) Posyandu dalam menjalankan program nasional pemenuhan gizi dan pencegahan stunting di Desa Jelat dan Pusakanagara, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Kamis (29/1/2026). 

Ia menjelaskan, aspirasi pengadaan perangkat tersebut disampaikan saat kegiatan reses Asep Rahmat sebagai anggota DPRD Kabupaten Ciamis pada akhir tahun 2025.

“TP Posyandu ini kan organisasi baru. Tentu banyak kebutuhan, salah satunya laptop dan printer untuk menyusun laporan, program, dan administrasi lainnya. Alhamdulillah aspirasi itu direspons dan direalisasikan,” ujarnya.

Menurut Euis, keberadaan perangkat digital tersebut akan sangat membantu penyusunan program, dokumentasi kegiatan, hingga pelaporan yang kini sebagian besar berbasis file digital.

“Selain untuk administrasi, kami berharap kompetensi kader Posyandu juga meningkat. Dengan adanya laptop, kader bisa belajar bersama, minimal untuk kemampuan dasar digital dan penyusunan laporan,” katanya.

Sementara itu, Desi Suryani selaku kader posyandu di Desa Pusakanagara mengatakan bahwa terdapat lima Posyandu yang berada di bawah satu kepengurusan TP Posyandu tingkat desa. 

Kepengurusan tersebut dipimpin oleh istri kepala desa dan bertugas membina seluruh Posyandu dalam pelaksanaan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Ia menambahkan, Posyandu kini telah bertransformasi tidak hanya fokus pada bidang kesehatan, tetapi juga mencakup enam layanan, yakni kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat (Trantibumlinmas), dan bidang sosial.

“Keenam bidang ini harus berjalan beriringan dan saling mendukung agar layanan Posyandu benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ucapnya.

Terkait penanganan stunting, Desi menegaskan bahwa upaya tersebut telah dilakukan secara berkelanjutan sejak tahun-tahun sebelumnya, mulai dari pemberian makanan tambahan (PMT), pendampingan ibu hamil dan balita, hingga peningkatan kapasitas kader Posyandu.

“Jumlah kasus stunting di Desa Pusakanagara relatif kecil. Berdasarkan rembuk stunting terakhir, tercatat sekitar 11 anak terindikasi, namun bukan stunting berat dan terus kami tangani,” pungkasnya.(*)

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved