Senin, 11 Mei 2026

Panik Jari Bengkak, Siswi SD di Ciamis Minta Bantuan Damkar Lepas Cincin

Seorang siswi sekolah dasar di Kabupaten Ciamis harus dibantu petugas pemadam kebakaran setelah cincin mainan yang dipakainya tidak bisa dilepas

Tayang:
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Dedy Herdiana
Istimewa/Dok. Damkar Ciamis
DIBANTU LEPAS CINCIN - Seorang siswa SD bernama Sita (11), warga Dusun Linggamanik, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis meminta bantuan petugas Damkar untuk melepas cincin yang membuat jarinya bengkak, Senin (11/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Siswi SD di Ciamis alami jari bengkak akibat cincin mainan.
  • Damkar melepas cincin memakai mini gerinda dalam lima menit. 
  • Warga diimbau hati-hati memakai cincin yang terlalu sempit.

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS - Seorang siswi sekolah dasar di Kabupaten Ciamis harus mendapat bantuan petugas pemadam kebakaran setelah cincin mainan yang dipakainya tidak bisa dilepas dan membuat jarinya membengkak.

Peristiwa itu terjadi pada Senin (11/5/2026) pagi di Mako UPT Damkar Ciamis.

Siswi tersebut diketahui bernama Sita (11), warga Dusun Linggamanik, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis.

Kabid Damkar dan Penyelamatan Satpol PP Kabupaten Ciamis, Budi Rahmat mengatakan, korban sebelumnya membeli cincin mainan berbahan aloy dan memakainya semalaman.

Baca juga: Ular Sanca 4 Meter Muncul dari Saluran Air di Kawali, Damkar Ciamis Lakukan Evakuasi

Namun keesokan harinya, cincin tersebut tidak bisa dilepas karena jari korban mengalami pembengkakan.

“Korban membeli cincin mainan, kemudian pada malam hari cincin terasa semakin sempit hingga menyebabkan jari membengkak,” ujar Budi Rahmat.

Pihak sekolah sempat berupaya melepas cincin tersebut menggunakan berbagai cara. Namun upaya itu tidak berhasil hingga akhirnya korban dibawa wali guru ke Mako UPT Damkar Ciamis sekitar pukul 07.20 WIB.

“Setelah dicoba berbagai cara di sekolah namun tidak berhasil, korban akhirnya dibawa oleh wali gurunya ke Mako UPT Damkar untuk mendapatkan penanganan,” katanya.

Petugas Damkar kemudian melakukan evakuasi menggunakan mini gerinda untuk memotong cincin yang melingkar di jari manis tangan kanan korban.

Proses penanganan berlangsung cepat dan hati-hati agar tidak melukai jari korban.

“Petugas langsung melakukan evakuasi menggunakan mini gerinda dan prosesnya berjalan aman serta lancar,” jelasnya.

Hanya dalam waktu sekitar lima menit, cincin berhasil dipotong dan dilepaskan dari jari korban.

Petugas yang terlibat dalam penanganan tersebut yakni Yedi Setiadi, Yayan Mulyansyah, Bima Bayu Putra dan Suheri.

Budi mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan cincin, terutama cincin mainan yang ukurannya tidak sesuai dengan jari.

“Jika cincin sulit dilepas dan jari mulai membengkak, sebaiknya segera meminta bantuan petugas agar tidak menimbulkan risiko yang lebih parah,” pungkasnya.(*)

 

Baca Berita-berita TribunPriangan.com di Google News

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved