Kamis, 14 Mei 2026

Puluhan Ayam Milik Warga Cipaku Ciamis Mati Diduga Diserang Satwa Liar dari Gunung Sawal

Puluhan ekor ayam milik warga Desa Bangbayang, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis ditemukan mati dengan kondisi mengenaskan. 

Tayang:
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Dedy Herdiana
Istimewa
PULUHAN AYAM MATI - Ilustrasi satwa liar. Puluhan ekor ayam milik warga Desa Bangbayang, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis ditemukan mati dengan kondisi mengenaskan 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS - Kekhawatiran warga yang tinggal di kaki Gunung Sawal, Kabupaten Ciamis, kembali menguat setelah puluhan ekor ayam milik warga Desa Bangbayang, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis ditemukan mati dengan kondisi mengenaskan. 

Peristiwa ini kembali memunculkan isu lama tentang interaksi negatif antara manusia dan satwa liar, khususnya macan tutul yang diketahui menghuni kawasan Gunung Sawal sebagai habitat alaminya.

Gunung Sawal selama ini dikenal sebagai kawasan dengan keanekaragaman hayati tinggi. 

Hutan yang masih relatif terjaga itu menjadi rumah bagi berbagai jenis flora dan fauna endemik. 

Di antara satwa yang hidup di dalamnya, macan tutul jawa merupakan predator puncak yang memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, terutama dalam mengendalikan populasi satwa mangsa seperti kijang, kancil, dan babi hutan.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, keberadaan macan tutul semakin sering dirasakan oleh masyarakat di sekitar hutan. 

Sejumlah laporan tentang ternak yang dimangsa, hingga kemunculan satwa liar di dekat permukiman, terus bermunculan. 

Meski hingga kini belum ada laporan manusia menjadi korban, rasa waswas di kalangan warga tetap tinggi.

Peristiwa matinya puluhan ekor ayam terjadi pada Jumat (9/1/2026) di Dusun Bangbayang Kaler, Blok Gondang, Desa Bangbayang, Kecamatan Cipaku.

Kondisi kandang yang jebol dan rusak memperkuat dugaan bahwa serangan tersebut dilakukan oleh hewan buas.

Kepala Desa Bangbayang, Asep Riky Darmawan, mengatakan hingga saat ini jenis satwa yang menyerang belum dapat dipastikan. 

Namun, berdasarkan temuan di lapangan, warga menduga kuat pelakunya merupakan satwa liar dari kawasan Gunung Sawal.

“Masih dugaan antara anjing liar, serigala, atau macan. Tapi kalau dilihat dari jejak kaki yang cukup besar, warga lebih cenderung menduga itu macan,” ujar Asep Riky saat dihubungi, Kamis (15/1/2026).

Peristiwa ini kembali membuka diskusi lebih luas mengenai akar persoalan konflik antara manusia dan satwa liar di kawasan Gunung Sawal

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved