Wisata Ciamis
Kampung Adat Kuta Ciamis, Tradisi Nyuguh Warisan Turun Temurun
Berikut Ini Dia Kampung Adat Kuta Ciamis, Suguhkan Tradisi Nyuguh Warisan Turun Temurun Sejak Masa lalu
Penulis: Riswan Ramadhan Hidayat | Editor: ferri amiril
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Tribuners, bagaimana jika di weekend besok kamu ajak keluarga untuk menikmati liburan di salah satu wisata edukasi yang ada di Ciamis yaitu Kampung Adat Kuta?
Ya, Kampung Adat Kuta ini terletak di Desa Karangpaningal, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis.
Nama Kampung Kuta bisa jadi mengacu pada lokasi kampung di lembah curam sedalam 75 meter dan dikelilingi tebing dan perbukitan, dan alam bahasa Sunda disebut kuta (artinya pagar tembok).
Nah ternyata, Kampung Adat Kuta ini pun tak hanya dikenal sebagai destinasi sosial budaya, tetapi juga dikembangkan sebagai wisata edukasi berbasis lingkungan.
Untuk menuju Kampung Adat Kuta, jarak yang harus ditempuh sekitar 34 km dari pusat Kota Ciamis menuju ke arah utara. Dapat dicapai dengan menggunakan mobil angkutan umum ke Kecamatan Rancah.
Baca juga: Akhir Pekan di Wisata Kampung Buricak Burinong Sumedang
Baca juga: Ziarah Sambil Wisata ke Situ Lengkong Panjalu Ciamis Sebelum Puasa
Daya Tarik Kampung Adat Kuta Ciamis
Tribuners, Kampung Adat Kuta memang selalu menarik untuk dikunjungi.
Selain memiliki tradisi yang rutin digelar, Kampung Kuta juga memiliki segudang keunikan.
Seperti rumah-rumah yang tak boleh dibangun memakai tembok, juga dikenal sebagai kampung seribu pantangan (pamali).
Baca juga: Pemandian Air Panas Awit Sinar Alam Darajat Garut, Tawarkan Sensasi Wisata yang Seru Bareng Keluarga
Baca juga: Kawasan Wisata Kampung Buricak Burinong Sumedang, Destinasi Wisata yang Ramah untuk Keluarga
Tradisi Nyuguh salah satunya, yang telah diwariskan secara turun-temurun sejak masa lalu. Pada masa itu Nyuguh dilakukan sebagai bentuk jamuan dan bekal bagi prajurit Kerajaan Pajajaran yang hijrah ke Yogyakarta. Kini, maknanya dipertahankan sebagai wujud rasa syukur kepada sang pencipta atas rezeki dan hasil bumi yang melimpah.
Tradisi Nyuguh ini bukan hanya ritual tradisi biasa saja, namun menjadi pengingat tentang pentingnya menjaga warisan leluhur, budaya. Sekaligus menjaga kelestarian alam yang menjadi sumber kehidupan. (*)
Simak berita update TribunPriangan.com lainnya di: Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Kampung-Adat-Kuta.jpg)