Jajaran Direksi Perumda Galuh Perdana Ciamis Kompak Mundur, Berikut Alasannya
Perumda Galuh Perdana Ciamis yang digadang-gadang menjadi motor penggerak penyerapan komoditas pangan daerah, kini berhenti beroperasi.
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Dedy Herdiana
Ringkasan Berita:
- Perumda Galuh Perdana Ciamis berhenti beroperasi setelah seluruh jajaran direksi mengundurkan diri, menyebabkan kekosongan manajerial.
- Sepanjang 2025 aktivitas usaha mandek, sehingga belum mampu mendukung program strategis nasional sektor pangan.
- Pemkab Ciamis tengah membenahi struktur, sementara penyertaan modal Rp950 juta masih dalam proses audit.
Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini
TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Galuh Perdana Ciamis yang digadang-gadang menjadi motor penggerak penyerapan komoditas pangan daerah, kini berhenti beroperasi.
Kondisi tersebut dipicu mundurnya jajaran direksi, sehingga perusahaan daerah itu praktis kehilangan kendali manajerial.
Direktur Utama, Mohammad Indra Gunawan dan Direktur Operasional Herdiana diketahui telah mengundurkan diri.
Dampaknya, hingga sepanjang tahun 2025, aktivitas usaha Perumda Galuh Perdana tak berjalan.
Kepala Bagian Perekonomian Setda Ciamis, Heri Budi Susanto, membenarkan kondisi tersebut.
Ia menyebut, saat ini Pemkab Ciamis tengah melakukan penanganan khusus untuk menyelamatkan keberlangsungan Perumda.
“Kondisinya memang sudah kosong. Jajaran direksi keluar semua, sehingga perusahaan tidak bisa bergerak. Saat ini kami fokus melakukan pembenahan dan perbaikan struktur kepengurusan,” ujar Heri, Jumat (2/1/2026).
Baca juga: Tahun Baru, 120 Pejabat Baru! Bupati Ciamis Melantiknya Tepat Akhir Tahun
Mandeknya Perumda Galuh Perdana membuat perusahaan daerah tersebut belum mampu berperan dalam mendukung program strategis nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) maupun program Koperasi Merah Putih Desa dan Kelurahan.
“Sekarang belum bisa meng-link program strategis nasional karena masih pembenahan organisasi. Ke depan, setelah struktur kepengurusan terbentuk, seharusnya Perumda bisa mendukung program Presiden dan Bupati Ciamis, khususnya di sektor ketahanan pangan,” jelasnya.
Heri menegaskan, Pemerintah Kabupaten Ciamis sejatinya memiliki itikad baik dalam mendirikan Perumda Galuh Perdana, meski kondisi APBD saat itu tidak ideal.
Pada 2023, pemerintah daerah telah mengucurkan penyertaan modal sebesar Rp950 juta, meski idealnya Perumda menerima Rp2 miliar per tahun.
“Dengan penyertaan modal Rp950 juta itu, seharusnya bisa dimanfaatkan untuk penyerapan hasil pertanian. Tujuan awalnya jelas, membantu petani agar hasil panen pangan bisa terserap,” ujarnya.
Ia pun menyayangkan kinerja Perumda Galuh Perdana yang dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan sejak awal berdiri.
| Dinsos Ciamis Latih 15 PPKS Memotong Rambut, Dibekali Skill hingga Mental Usaha |
|
|---|
| Komitmen Zero Halinar, Lapas Kelas IIB Ciamis Musnahkan Barang Bukti Hasil Razia Sejak 2025 |
|
|---|
| Sekda Ciamis Soroti Kepemimpinan Profetik, IMM Diminta Pegang Nilai-nilai Kenabian |
|
|---|
| Masih Ada Waktu Untuk Adakan Acara Walimatussafar, Simak Contoh Kalimat Sambutan dan MC |
|
|---|
| Monyet Lepas dari Saung Sule Ganggu Warga Cijeungjing Ciamis |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/priangan/foto/bank/originals/Perumda-Galuh-Perdana-Ciamis-1.jpg)