Minggu, 10 Mei 2026

Perangkat Desa Dibekali Keterampilan Komunikasi Publik, IJTI Dorong SDM Desa Tangguh

Perangkat Desa Dibekali Keterampilan Komunikasi Publik, IJTI Dorong SDM Desa Tangguh di era banjir informasi

Tayang:
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: ferri amiril
TribunPriangan.com/Ai Sani Nuraini
PROGRAM JELAJAH DESA - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Galuh Raya menggelar program Jelajah Desa di Aula Desa Karyamukti, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Kamis (4/12/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas perangkat desa dalam memahami cara kerja media, etika penyebaran informasi, hingga teknik dasar produksi konten. 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Di tengah derasnya arus informasi digital, perangkat desa dituntut tidak hanya sebagai pelaksana pemerintahan, melainkan juga komunikator publik yang mampu menyampaikan informasi secara tepat, etis, dan membangun. 

Menjawab kebutuhan itu, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Galuh Raya menggelar program Jelajah Desa di Aula Desa Karyamukti, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Kamis (4/12/2025).

Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat kapasitas perangkat desa dalam memahami cara kerja media, etika penyebaran informasi, hingga teknik dasar produksi konten. 

Di era ketika kabar bohong mudah menyebar dan misinformasi menjadi tantangan, desa perlu memiliki kemampuan mengelola informasi secara mandiri dan bertanggung jawab.

Ketua IJTI Galuh Raya, Yosep Trisna, mengatakan bahwa pelatihan ini berlangsung bukan sekadar mengajarkan teknis jurnalistik, tetapi mempersiapkan desa agar mampu menjadi sumber informasi yang kredibel bagi masyarakat.

Baca juga: Ciamis Jadi Rujukan Pemeriksaan HIV Tanpa Stigma, Temuan Kasus Baru Capai 93

“Desa hari ini tidak cukup hanya mengirim laporan. Mereka harus bisa menyampaikan informasi yang akurat, mampu menjawab isu yang berkembang, dan menjaga kepercayaan publik,” ujar Yosep.

Menurutnya, perangkat desa juga perlu memahami standar kerja media agar tidak salah langkah dalam menyampaikan informasi, terutama di platform digital yang sangat cepat menyebarkan konten apa pun.

“Ketika informasi mudah viral, perangkat desa harus punya kemampuan mengelola narasi. Bukan hanya cepat, tapi juga benar dan bermanfaat,” tambahnya.

Melalui Jelajah Desa, IJTI memberikan materi mengenai literasi media, teknik bercerita visual, cara membuat rilis berita, hingga praktik wawancara. 

Para peserta berlatih memproduksi konten yang etis dan informatif untuk kanal resmi desa maupun media sosial.

Pelatihan ini mendapat respons positif dari para perangkat desa yang antusias mengikuti simulasi liputan hingga praktik membuat video sederhana. 

Mereka menilai kemampuan ini penting karena desa kini menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi kepada warganya.

Yosep menegaskan bahwa program Jelajah Desa akan terus diperluas ke lebih banyak wilayah di Priangan Timur. 

IJTI juga membuka ruang kolaborasi dengan pemerintah desa, kecamatan, dan kabupaten untuk menggelar pelatihan lanjutan.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved