Rabu, 13 Mei 2026

IJTI Galuh Raya dan Ponpes Daarul Falah Sepakat Perkuat Sinergi dan Jaga Marwah Ulama

Hubungan antara dunia jurnalistik dan pesantren kembali ditegaskan dalam suasana penuh keakraban. 

Tayang:
Penulis: Ai Sani Nuraini | Editor: Dedy Herdiana
Tribunpriangan.com/Ai Sani Nuraini
SILATURAHMI PERKUAT SINERGI - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Galuh Raya saat melakukan silaturahmi ke Pondok Pesantren Daarul Falah, Desa Sukamaju, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Rabu (15/10/2025). IJTI sepakat memperkuat sinergi dan menjaga keharmonisan dengan lingkungan pesantren. 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Hubungan antara dunia jurnalistik dan pesantren kembali ditegaskan dalam suasana penuh keakraban. 

Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Galuh Raya melakukan silaturahmi ke Pondok Pesantren Daarul Falah, Desa Sukamaju, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, Rabu (15/10/2025).

Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat komunikasi antara insan pers dan kalangan pesantren, terutama dalam menjaga marwah ulama serta memastikan pemberitaan di media tetap berpegang pada nilai-nilai etika dan kebenaran.

Ketua IJTI Galuh Raya, Yosep Trisna, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bukan hanya sebatas klarifikasi atas tayangan salah satu media televisi yang sempat menimbulkan kesalahpahaman, melainkan juga bentuk komitmen moral jurnalis untuk menjaga keharmonisan dengan dunia pesantren.

“Kami ingin memastikan hubungan antara jurnalis dan pesantren tetap harmonis. Kami sadar, media memiliki peran besar dalam membentuk persepsi publik. Karena itu, kami menegaskan kembali komitmen untuk selalu mengedepankan etika dan keberimbangan dalam setiap pemberitaan,” ujarnya.

Baca juga: IJTI Prihatin Atas Pencabutan Akses Peliputan Wartawan CNN Indonesia di Istana

Yosep menambahkan, selama ini hubungan IJTI Galuh Raya dengan pesantren di Ciamis berjalan baik. 

Bahkan, salah satu pembina IJTI adalah salah satu pimpinan pondok pesantren di Ciamis, yang turut memberikan arahan agar para jurnalis selalu menjaga nilai-nilai kesantunan dan menghormati tokoh agama dalam karya jurnalistik.

“Kami berupaya agar pemberitaan televisi tidak menimbulkan keresahan di masyarakat, apalagi di lingkungan pesantren. Silaturahmi ini bentuk nyata bahwa jurnalis ingin tetap dekat dengan para ulama,” katanya.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Daarul Falah, KH. Wawan Malik Marwan, menyambut baik kunjungan tersebut dan mengapresiasi sikap terbuka para jurnalis. 

Ia menilai langkah IJTI Galuh Raya menunjukkan tanggung jawab moral dan profesionalisme dalam menjaga hubungan baik antara media dan masyarakat pesantren.

“Kami memahami tugas jurnalis adalah menyampaikan informasi kepada publik. Tapi kami juga percaya, jurnalis yang berpegang pada etika pasti tahu batas antara kritik dan penghormatan kepada ulama,” ujar KH. Wawan.

Ia menjelaskan, tayangan yang sempat viral sebelumnya memang menimbulkan persepsi keliru tentang kegiatan santri di pesantren.

Namun, klarifikasi langsung dari para jurnalis telah meluruskan kesalahpahaman tersebut.

“Apa yang sempat ditayangkan itu tidak mencerminkan kenyataan di pesantren. Di sini, kegiatan santri yang mungkin terlihat berat justru bagian dari pendidikan adab dan kedisiplinan,” jelasnya.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved