Rabu, 8 April 2026

Ternyata Ini Penyebab Tewasnya Pemilik Bengkel Shockbreaker, Polisi Dapat Data Ini

Ternyata Ini Penyebab Tewasnya Pemilik Bengkel Shockbreaker, Polisi Dapat Data Ini

Editor: ferri amiril
Tribun Priangan/Ai Sani Nuraini
Polisi sedang memasang police line di lokasi penemuan mayat yang sudah bau busuk di Bengkel Service Shockbreaker Motor di Jalan Jenderal Sudirman, No 235, Ciamis, Rabu (18/10/2023). 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS - Sat Reskrim Polres Ciamis berhasil mengungkap penyebab tewasnya tukang service shockbreaker di Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Sindangrasa, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis.

Diketahui korban bernama Wahyu (60) yang merupakan warga Kecamatan  Panjalu, Kabupaten Ciamis yang ditemukan sudah tak bernyawa di dalam bengkelnya, Rabu (18/10/2023).

Kasat Reskrim Polres Ciamis, AKP M. Arwin Bachar menceritakan kronologisnya, yaitu korban seorang tukang Servis Shockbreaker.

"Seperti yang kita ketahui, korban ditemukam sudah dalam keadaan meninggal di lokasi service Shockbreaker yang ditempatinya," tuturnya.

Selain itu, pihak kepolisian juga sudah melakukan penyelidikan jenazah dan TKP, kemudian hasil pemeriksaan dari tetangga dan keluarga korban.

Arwin mengatakan, pihak keluarga mengaku bahwa korban sudah mengeluh dan merasakan sakit di area perut dan batuk-batuk pada Jumat 13 Oktober 2023.

Selanjutnya, menurut pengakuan anaknya, korban sempat berkomunikasi dengannya, namun sang anak belum dapat menjenguk ayahnya itu ke bengkel.

Lalu di hari Minggu 15 Oktober 2023, pihak keluarga mencoba menghubungi korban lagi, namun korban tak merespon.

Di hari Selasa tanggal 17 Oktober 2023, warga setempat mulai mencium aroma yang tidak sedap dari arah bengkel milik korban.

Lanjut Arwin, di tanggal 18 oktober 2023, aroma tak sedap tersebut semakin mengganggu indera penciuman warga setempat.

"Baunya makin menyengat dan menyebar, maka warga mulai berinisiatif mencari sumber aroma tersebut. Ternyata warga menemukan korban sudah meninggal dunia di TKP,” tambahnya.

Di samping itu, pihak kepolisian juga sudah melakukan pemeriksaan terhadap jenazah dan menurut hasil visum, korban sudah meninggal tiga hari sebelum mayatnya ditemukan yaitu di hari Minggu.

Pada hasil visum dari Rumah Sakit, belum ditemukan tanda-tanda kekerasan dan polisi akan menggali lebih dalam apakah ada atau tidaknya peristiwa pidana.

"Kami sudah meminta izin kepada pihak keluarga untuk dilakukan autopsi tapi belum mau. Kami akan terus dalami apakah ada kekerasan atau tidak, kami akan terus tindak lanjuti,” pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Priangan
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved