Rabu, 13 Mei 2026

Terungkap! Penyebab Siswa SMAN 6 Garut Nekat Akhiri Hidup, Bukan Dibully

Fakta itu diketahui saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta tim investigasi yang dipimpin langsung oleh Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jabar

Tayang:
Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Dedy Herdiana
Tribunpriangan.com/Sidqi Al Ghifari
TERUNGKAP PENYEBABNYA - Kasus kematian siswa SMAN 6 Garut terungkap, tim investigasi sebut ada faktor psikologis yang menyebabkan P nekat mengakhiri hidup. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari 

TRIBUNPRIANGAN.COM, GARUT - Kasus kematian P (16) seorang siswa SMAN 6 Kabupaten Garut Jawa Barat yang mengakhiri hidupnya sendiri akhirnya terungkap.

Fakta itu diketahui saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta tim investigasi yang dipimpin langsung oleh Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jawa Barat untuk membuka hasil investigasi yang sudah satu bulan dilakukan.

Tim Investigasi menemukan fakta-fakta mengejutkan, di antaranya P nekat mengakhiri hidup bukan karena perundungan di sekolah seperti yang dikatakan orangtuanya di media sosial.

P diketahui mengakhiri hidup lantaran didorong oleh beberapa faktor, salah satunya faktor psikologis.

"Jadi setelah kita mapping hasil daripada temuan tim dari tim psikolog forensik terus dihimpun semuanya, semuanya mengatakan bahwa tidak terjadi perundungan," ujar Kepala BKD Jabar Dedi Supandi saat menggelar rapat bersama KDM pada 16 Agustus 2025, rapat tersebut juga dipublikasikan di Chanel YouTube KDM, Kamis (21/8/2025).

Baca juga: Tim Investigasi Kasus SMAN 6 Garut Ditambah, Dedi Mulyadi Peristiwanya Tidak Sederhana

Ia menuturkan bahwa pihaknya juga menyimpulkan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan P mengakhiri hidupnya sendiri, diantaranya merupakan masalah psikologis yang kemudian diperparah oleh masalah keluarga.

Dalam pertemuan itu, Dedi Supandi juga menegaskan kepada KDM bahwa kondisi yang dialami anak tersebut bukan disebabkan oleh perlakuan tidak menyenangkan dari tenaga pengajar maupun guru.

Dari hasil forensik psikologis juga diketahui bahwa P kerap melakukan self-harm atau melukai salah satu anggota tubuhnya sendiri sejak duduk di bangku sekolah dasar. 

"Terjadi kondisi psikologis yang psikologis tersebut lebih pada ada sebuah pemahaman isme (pengaruh," ungkapnya.

Dalam investigasi itu juga terdapat fakta memprihatinkan lain, yakni kondisi teman dekat korban yakni B yang diketahui mengalami tanda-tanda depresi setelah kematian P.

B saat ini tengah dalam penanganan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Garut.

"Anak tersebut pernah akan melakukan percobaan bunuh diri, sekarang sudah diselamatkan, sekolahnya sudah pindah dan dalam penanganan tim psikiater," ujar Kepala DPPKBPPPA Garut Yayan Waryana.

Sebelumnya, P (16) seorang anak SMA kelas 10 di Kabupaten Garut, Jawa Barat ditemukan meninggal dunia di rumahnya sendiri dalam kondisi tak wajar.

Anak tersebut diduga mengakhiri hidup lantaran menerima perundungan di sekolahnya. Ia merupakan siswa SMA 6 Garut.

Sumber: Tribun Priangan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved