Survei Litbang Kompas Soroti Kinerja Dedi Mulyadi Belum Optimal Atasi Pengangguran

Hasil survei litbang Kompas menunjukkan kinerja Gubernur Dedi Mulyadi diapresiasi tinggi oleh masyarakat.

Editor: Machmud Mubarok
TribunJabar.id/Nazmi Abdurahman
HASIL SURVEI - Hasil survei litbang Kompas menunjukkan tingkat kepuasan tinggi masyarakat Jawa Barat, terhadap kinerja Gubernur Dedi Mulyadi. 

TRIBUNPRIANGAN.COM, BANDUNG - Hasil survei litbang Kompas menunjukkan tingkat kepuasan tinggi masyarakat Jawa Barat, terhadap kinerja Gubernur Dedi Mulyadi.

Survei tersebut dilakukan secara tatap muka pada 1-5 Juli 2025 di Jabar, melibatkan 400 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat. Semua biaya survei ditanggung oleh Kompas.

Dari sisi demografi, responden terdiri atas 50 persen laki-laki dan 50 persen perempuan. Tingkat pendidikan responden beragam, mulai dari pendidikan dasar (37,9 persen), menengah (47,5 persen), hingga pendidikan tinggi (14,6 persen).

Dalam survei tersebut, responden menyatakan puas terhadap penyediaan air bersih, stabilitas harga kebutuhan pokok, pelayanan kesehatan masyarakat hingga biaya pelayanan publik masih terjangkau. Prestasinya pun, rata-rata di atas 70 persen. 

Khusus mengenai kepemimpinan, 80,2 persen responden memberikan nilai 8-10 atas kinerja Dedi dan Erwan. Popularitas keduanya juga cukup tinggi mencapai 97,1 persen responden menyukai Dedi Mulyadi dan 71,9 persen menyukai Erwan Setiawan.

Hanya saja, dalam ketersediaan lapangan pekerjaan, 57,6 persen responden menilai buruk dan 7,3 persen menilai sangat buruk. Hanya 33,4 persen responden yang menyatakan baik hingga sangat baik.

Sebanyak 67,2 persen responden menyatakan tidak puas terhadap kinerja pemerintah dalam mengurangi pengangguran, 60,4 persen tidak puas dengan upaya mengatasi kemiskinan, dan 48,8 persen tidak puas terhadap kinerja pemberian bantuan langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

Mayoritas responden menyebut paling mendesak di Jabar saat ini adalah minimnya lapangan pekerjaan (44,8 persen), disusul persoalan infrastruktur jalan (30,8 persen), serta masalah ekonomi dan harga bahan pokok (27,9 persen).

Tingkat pengetahuan publik terhadap sejumlah program Pemprov Jabar juga masih rendah. Sebanyak 61,4 persen responden tidak mengetahui program pemangkasan anggaran hibah pesantren. 

Baca juga: Dedi Mulyadi Jelaskan Alasan Upacara HUT ke-80 RI di Gasibu Dimeriahkan Iring-iringan Kereta Kencana

Baca juga: Merdeka! Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Bebaskan Semua Tunggakan Pajak PBB Untuk Perorangan

Program pembangunan ruang kelas baru (RKB) di sekolah-sekolah juga belum banyak dikenal, dengan 64,8 persen responden menyatakan tidak tahu.

Bahkan, 74,1 persen responden mengaku tidak mengetahui adanya program pemberian bantuan bagi perusahaan dalam proses investasi.

Menanggapi hasil survei Litbang Kompas, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi mengatakan jika capaian tersebut merupakan hasil kerja sama dan dukungan mulai dari para ketua RT/RW, kepala desa, camat, bupati/wali kota dan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkompinda).

 “Saya juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh warga Jabar,” ujar Dedi, Selasa (19/8/2025).

Dedi pun berterima kasih atas support dan upaya koreksi terhadap program dan kinerja Pemprov Jabar, terutama kesediaan semua pihak baik dari organisasi perangkat daerah hingga jajaran DPRD Jabar terkait pergeseran anggaran. 

“Rela anggarannya digeser, dari anggaran rutinnya yang besar, menjadi anggaran pembangunan,” katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved